Agustusan Sepanjang Tahun | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Agustusan Sepanjang Tahun

Agustusan Sepanjang Tahun

Catatan Husnun N Djuraid, dosen Universitas Muhammadiyah Malang

TENGOKLAH ke Stadion Majelis Perbandaran Selayang ketika tim Indonesia melawan saudara mudanya Timor Leste. Siapa yang mmenjadi penontonnya ? Meskipun tidak semua bangku stadion itu penuh, tapi bisa dipastikan sebagian besar penontonnya adalah pendukung Indonesia.  Mereka datang dari berbagai daerah, ada dari Babat Lamongan, dari Malang dan dari daerah lain di Indonesia. Umumnya mereka adalah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di berbagai kota di Malaysia. Sebagian lagi datang ke Malaysia khusus untuk mendukung timnas.

Mendukung timnas – dari cabang olahraga apa pun – di luar

negeri memiliki getaranjiwa  yang beda, apalagi bertepatan dengan momen perayaan kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada bulan Agustus. Momen istimewa itu terjadi 17 Agustus lalu saat timnas sepak bola Indonesia mengalahkan Philipina 3 – 0. Bersamaan dengan itu bangsa Indonesia merayakan ulang tahun ke-72 kemerdekaannya.

Kemenangan itu terasa special bagi bangsa Indonesia, terutama yang menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung di Stadion Syah Alam Selangor, maupun yang menonton di layar kaca.  Sebenarnya kemenangan itu tidak istimewa, karena secara teknis Philipina masih berada di bawah Indonesia. Negara tetangga itu belum pernah menang lawan Indonesia. Tapi karena momennya pas dengan perayaan 17 Agustus, maka kemenangan itu menjadi kado yang istimewa.

Perayaan kemerdekaan Indonesia selalu menjadi perekat persatuan bangsa.  Para suporter yang menonton timnas di Malaysia menyatu mendukung timnas. Padahal, mereka datang dari berbagai daerah yang memiliki pesaingan kerasa dalam kompetisi sepak bola. Para suporter dari Bandung menyatu dengan suporter Jakarta, suporter asal Malang berdampingan dengan suporter asal Surabaya. Tidak masalah, karena mereka mendukung tim yang satuy. Padahal di tanah air, para suporter ini selalu bersaing bahkan bermusuhan. Ketika mendukung timnas pada momen Agustusan, mereka melupakan permusuhan primordial.

Dalam lingkup yang lebih kecil, masyarakat melupakan perbedaan etnis dan agama. Seorang warga Tionghoa, berbaur dengan ratusan warga yang lain dalam aksi jalan sehat di tingkat RW. Anggapan bahwa kelompok ini eksklusif tidak mau membaur dengan warga lain, terbantahkan.

Selain jalan sehat hari Ahad kemarin, mereka juga aktif dalam tirakatan yang digelar malam menjelang 17 Agustus yang sudah menjadi tradisi. Dalam kegiatan kemasyarakat, mereka aktif. Bahkan saat Idul Fitri, mereka yang lebih dulu aktif mendatangi rumah warga muslim untuk mengucapkan selamat hari raya. Bukan itu saja, mereka juga membawa kado.

Ini

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga