RSUD Dr Moh Saleh Probolinggo di Gugat Keluarga Pasien | Berita Terbaru Hari ini

Close

RSUD Dr Moh Saleh Probolinggo di Gugat Keluarga Pasien

  • 2018-11-01
  • Editor :goly
  • dibaca :3668
RSUD Dr Moh Saleh Probolinggo di Gugat  Keluarga Pasien RSUD Dr Moh Saleh Probolinggo

PROBOLINGGO - Keluarga Sudarman (58), salah seorang pasien asal Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo,menggugat RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, Jawa Timur dan BPJS Kesehatan. Gugatan tersebut tak terlepas dari ribetnya urusan BPJS dan pelayanan rumah sakit. Pelayanan tak maksimal , dianggap menjadi salah satu penyebab kematian Sudarman.


Gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo, pada Selasa (30/10/2018), yang teregistrasi dengan nomor 43/PUT/2018/Pn. Hanifah keluarga dari Sudarman (Almarhum) menuntut kerugian inmateriil Rp 1 triliun dan materiil Rp 26 juta. Uang Rp 1 triliun, sebagai ganti rugi biaya hidup ketiga anaknya yang ditinggal meninggal bapaknya.


“Sebetulnya untuk sebuah nyawa tidak ada harganya. Namun, kami sadari klien saya ini masih harus menghidupi tiga anaknya,” terang Muhammad Soleh, kuasa hukum Hanifah saat ditemui wartawan, Rabu (31/10/2018).
Sedangkan, Rp 26 juta sebagai ganti rugi santunan kecelakaan, biaya pemakaman, berikut biaya tahlil selama 7 hari.


Menurut Soleh , kliennya menggugat karena rumah sakit dan BPJS diduga telah melakukan perbuatan melanggar hukum yang berakibat meninggalnya Sudarman. Yakni, melanggar pasal 32 ayat 1 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan.
“Pihak rumah sakit tidak segera mengambil tindakan terhadap suami penggugat. Padahal, pada saat itu penyakit suaminya sedang kambuh. Tentunya tindakan tersebut melanggar hukum. Rumah sakit tidak boleh menolak pasien apapun alasannya, sebagaimanan dijelaskan dalam pasal 32 Ayat 1 UU Kesehatan,” ujarnya.


Selain itu, RSUD dan BPJS setempat dinilai melanggar pasal 4 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001/2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan.
“Silakan ikuti aturan. Tapi, jangan kaku seperti itu. Gara-gara RSUD kaku, suami klien kami meninggal. Penyakit Pak Sudarman ini kan kronis, jangan tidak dilayani hanya karena masa berlakunya surat rujukannya habis,” imbuhnya.


Menurutnya, tentang aturan rujukan berjenjang yang mengharuskan pasien peserta BPJS mengikuti aturan


BERITA TERKAIT