Kata Pamitan Pakde Karwo-Gus Ipul Menyentuh Hati | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kata Pamitan Pakde Karwo-Gus Ipul Menyentuh Hati

  • 2019-01-12
  • Editor :goly
  • dibaca :3033
Kata Pamitan Pakde Karwo-Gus Ipul Menyentuh Hati Pakde Karwo bersama dengan istrinya, Nina Soekarwo telah melakukan silaturahmi dengan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Jatim mulai dari pejabat, staf, hingga Pegawai Tidak Tetap (PTT)

SURABAYA - Kurang sebulan lagi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengakhiri masa jabatannya memimpin provinsi paling timur di Pulau Jawa ini.


Duet KarSa yang telah memimpin Jawa Timur selama dua periode atau 10 tahun ini, akan berakhir tepat pada 12 Februari 2019. Kemudian, Jatim akan dipimpin duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak hingga 12 Februari 2024, hasil Pilgub Jatim 2018 lalu.


Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, ada sebanyak 50 baliho Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpasang di seluruh Jawa Timur. Baliho itu mewakili ucapan terimakasih dan mohon maaf serta pamitan duet KarSa ini kepada seluruh masyarakat Jatim dan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sudah pamitan. Baliho sudah dipasang di semua kabupaten/kota. Baliho dipasang di 38 kabupaten/kota, semua terpasang di alun-alun kota dan ada juga di perbatasan kabupaten/kota. Total ada sekitar 50 baliho,” kata Aries,  Sabtu (12/1/2019).


Dalam silaturahmi penuh kehangatan tersebut, Pakde Karwo berterimakasih dan memohon maaf kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim, apabila selama 10 tahun memimpin ada sikap dan cara yang kurang berkenan. Menurutnya, semua itu dilakukannya untuk mendorong Provinsi Jawa Timur menjadi lebih baik lagi.
“Saya bersama keluarga mohon maaf apabila ada sikap dan cara yang kurang berkenan. Manungso kan kanggone khilaf (manusia adalah tempatnya salah),” kata orang nomor satu di Jatim ini.


Tidak lupa Pakde Karwo berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim untuk meningkatkan kolaborasi guna mencapai kemajuan bersama-sama. Menurutnya kolaborasi ini mampu menjadi kekuatan besar bila dilakukan untuk mencari persamaan, bukan sebaliknya.


“Mari kita berkerja secara kolaboratif, bergandengan tangan, menyisihkan perbedaan dan mencari kesamaan untuk perubahan yang lebih baik ke depan. Ini yang kemudian menjadi pekerjaan batin


BERITA TERKAIT