Massa Gelar Unjuk Rasa di Depan Dinas Pendidikan Kota Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Massa Gelar Unjuk Rasa di Depan Dinas Pendidikan Kota Malang

  • 2019-02-18
  • Editor :goly
  • dibaca :2327
Massa Gelar Unjuk Rasa di Depan Dinas Pendidikan Kota Malang pendemo menuntut keadilan bagi korban pencabulan, di depan Dinas Pendidikan Kota Malang, Senin (18/2).

MALANG - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi SD, mencuri perhatian berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya yakni Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual (AMTKS) dan berbagai organisasi mahasiswa.


Mereka menyerukan aksinya di depan Dinas Pendidikan Kota Malang, Senin (18/2). Untuk menuntut keadilan bagi para korban.


Dalam aksinya, para demonstran menuntut keadilan bagi korban pencabulan terhadap siswi SD. Tuntutan tersebut tak lain adalah menghukum pelaku sesuai tindak pidana.
“Kami ingin pelaku dihukum seadil-adilnya. Tindakan yang dilakukan dalam bentuk pencabulan adalah tindak pidana,” kata Sri Wahyuningsih, Direktur Women Crisis Center (WCC).


Selain itu, mereka juga menyinggung Kota Malang sebagai Kota Layak Anak. Dikatakannya, seharusnya pemerintah wajib berbenah dan memantaskan diri agar layak mendapatkan penghargaan tersebut.
“Untuk itu, kami warga Kota Malang menginginkan kota yang aman dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual. Kami mendorong wali kota untuk berani memimpin Kota Malang berbenah diri, terkhusus kepada KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia),” ujarnya.


Koordinator aksi, Kurniati Bayo dalam orasinya menyampaikan, bahwa Dinas Pendidikan Kota Malang selama ini dinilai belum mengatasi masalah kekerasan yang terjadi di sekolah-sekolah.
“Seharusnya, guru itu bertugas untuk mendidik bukan mencabuli. Lindungi anak dari predator seksual,” kata Kurniati Bayo.


Namun, Zubaidah menegaskan, jika pemecatan bukanlah kewenangan Dinas Pendidikan, melainkan dari Komisi ASN (KASN).
“Saya tadi sudah bilang, terkait masalah pemecatan itu bukan kewenangan saya. Saya sudah melakukan sesuai aturan, yakni peraturan pemerintah nomor 53 Tahun 2010,” kata Zubaidah.


Ia pun menegaskan bahwa pihaknya telah menindak terduga pelaku sesuai dengan jalur hukum ASN. “Kami sudah melakukan sesuai jalur. Kita tunggu hasilnya nanti. Di kepolisian juga sudah diproses. Tinggal menunggu hasilnya bagaimana. Sudah itu aja,” ujarnya.


Sementara itu, saat disinggung kapan sanksi terduga pelaku akan ditetapkan, Zubaidah belum mengetahuinya. Ia menegaskan, saat ini IS


BERITA TERKAIT