Sakit Membuat Kakek Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri | Berita Terbaru Hari ini

Close

Sakit Membuat Kakek Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

  • 2019-03-01 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4011
Sakit Membuat Kakek Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri Petugas dan warga saat memeriksa jenazah Tawi yang masih gantung di atap kayu. (fino)

MALANG -Lagi-lagi penyakit membuat seseorang patah arang. Kali ini, Tawi, 80, ditemukan tewas gantung diri krena diduga stres lantaran penyakitnya tak kunjung sembuh.

Warga Jalan Pesantren, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini ditemukan tewas dalam kondisi tergantung tali tampar, Jumat (1/3).

Lehernya terikat tampar warna biru di belakang bekas rumah pemotongan hewan Jalan Jagalan. 

Sugoto, 55, kali pertama yang menemukan korban tergantung sekitar pukul 12.00. Mengetahui ada seseorang tergantung secara tidak wajar, warga Jalan Stadion Utara, ini segera memberitahukan kepada warga sekitar.

Peristiwa ini segera menarik parhatian masyarakat sekitar. Polisi dari Polsek Turen segera datang dan melakukan olah TKP.

Diperoleh keterangan, sebelumnya Sugoto bersama korban. Menjelang waktu salat Jumat, Sugoto meninggalkan korban untuk salat. 

“Saksi, sekitar pukul 11.30, berpamitan kepada korban untuk Jumatan. Setelah selesai, saksi kembali ke lokasi, dan menemukan korban sudah dalam posisi tergantung,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi saat mendampingi Kapolsek Turen Kompol Adi Sunarto.


Tawi, diketahui hidup sebatang kara. Dia tak memiliki anak istri, dan baru tinggal di kawasan Turen selama 7 bulan. Hasil pemeriksaan petugas, 


Keterangan Sugoto kepada polisi, temannya itu memang sering mengekuh sakit paru-paru. Korban bahkan sering berniat mengakhiri hidupnya lantaran merasa sudah tidak kuat.

“Menurut saksi, korban sering berucap ingin secepat mungkin mengakhiri hidupnya,” kata Soleh. 

Sementara dari hasil olah TKP. diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban tergantung seutas tali tampar yang terikat simpul di balok kayu atap.

Selain mengidentifikasi tanda-tanda kematian akibat bunuh diri. Seperti kemaluan korban mengeluarkan air mani, hidung beringus serta lidahnya menjulur keluar. 

Salah seorang keponakan korban, mengaku tidak menghendaki korban diotopsi. Dengan membuat pernyataan, menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Keluarga korban merelakan meninggalnya korban, dikarenakan gantung diri,” tutup Soleh.(fin/lim)


BERITA TERKAIT