Saksi Kunci Kasus Novel Baswedan Diduga ada di Kota Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Saksi Kunci Kasus Novel Baswedan Diduga ada di Kota Malang

Saksi Kunci Kasus Novel Baswedan Diduga ada di Kota Malang Tim Gabungan Penyelidikan dan Penyidikan terhadap Kasus Novel Baswedan datang ke Kota Malang untuk mencari saksi yang di duga berada di Kota Malang.

MALANG - Tim Gabungan Penyelidikan dan Penyidikan terhadap Kasus Novel Baswedan datang ke Kota Malang untuk mencari saksi yang di duga berada di Kota Malang.


Dari keterangan anggota tim gabungan penyidik ini, Kota Malang diduga menjadi tempat berdiam salah satu saksi yang hendak diklarifikasi soal kasus Novel. Diduga orang tersebut memiliki informasi penting yang dapat membantu pengungkapan kasus penyidik KPK itu.


Diketahui, lebih dari satu orang diminta keterangannya sebagai saksi oleh tim gabungan yang dibentuk oleh Polri ini. Meski begitu profil dan dalam porsi apa orang-orang tersebut dimintai keterangannya, tim ini tidak memberikan kejelasan secara gamblang.
“Ini untuk menjaga kerahasiaan saksi yang kita mintakan klarifikasi,” ungkap Nur Kholis, salah satu anggota tim gabungan.


Mantan anggota Komnas HAM ini menjelaskan, yang bersangkutan masuk dalam lingkaran penyidikan tim gabungan. Hal itu  juga merujuk pada hasil penyidikan Polri terhadap kasus Novel ini. Beberapa orang yang dimintai keterangannya di Kota Malang ini, dapat memberikan informasi mengenai sebuah alibi.
"Jadi ada yang mengatakan, jika tempat ini menunjukkan keberadaan seseorang saat peristiwa itu terjadi. Saat diklarfikasi pada orang tersebut, dia mengatakan bahwa saat kejadian dirinya berada di Kota Malang,” ungkap Kholis.


Pria kelahiran Palembang ini menyampaikan, jika informasi inilah yang membawa mereka datang ke Kota Malang. Dimana informasi sekecil apapapun akan dicari, maka sejak Senin lalu berada di Kota Malang tim gabungan melakukan beberapa klarifikasi.


Saat ditanya, apakah kegiatan di Kota Malang memiliki porsi kuat untuk memberikan progres signifikan terhadap kasus Novel, Kholis menyatakan, hal ini belum dapat dijabarkan. Pasalnya tidak hanya Kota Malang yang akan dikunjungi tetapi juga daerah lain, jika perkembangan kasus mengarah pada hal tersebut.
“Tim ini diberi waktu selama 6 bulan sejak Januari 2019 hingga Juli nanti , untuk mencari apa-apa saja


BERITA TERKAIT

close