BNN Kabupaten Malang Asesmen Empat Pengguna Sabu | Berita Terbaru Hari ini

Close

BNN Kabupaten Malang Asesmen Empat Pengguna Sabu

  • 2019-03-20 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2286
BNN Kabupaten Malang  Asesmen Empat Pengguna Sabu Tim Asesmen ketika melakukan interogasi terhadap empat orang tersangka penyalahgunaan narkotika.

MALANG -Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, melakukan asesmen terpadu terhadap empat tersangka narkotika, Rabu (20/3). Mereka sebelumnya ditangkap polisi karena mengkonsumsi sabu.


Mereka adalah DLN, 46, warga Lowokwaru, Kota Malang, KSR, 50, warga Wagir, SNK, 50, serta HNY, 40, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. 


"Asesmen terhadap keempatnya ini untuk mengetahui apakah terlibat jaringan pengedar, pecandu atau hanya korban. Hasil dari asesmen ini, akan dilampirkan dalam berkas perkara sebagai pertimbangan Hakim, untuk membuat putusan," kata Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut CPM Agus Musrichin, Rabu (20/3).

"Mereka menggunakan narkoba untuk dirinya sendiri, tidak terindikasi terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Namun demikian tetap perlu dilakukan asesmen terpadu," terangnya.

Dikatakan, orang yang memakai narkotika secara sadar dan berulang kali, dikategorikan sebagai pecandu. Sebab ada gejala ketergantungan dari efek rasa yang dirasakan. 

Sedangkan korban penyalahgunaan narkotika, ketika mengonsumsi tanpa sepengetahuan dirinya dan tidak ada niatan untuk mengonsumsi. 

"Latar belakang yang menjadikan orang mengonsumi narkotika, karena sebagai dopping kerja, serta karena atas bujuk rayu teman, bahwa zat yang dikonsumsinya adalah jamu," jelasnya.

Tim asesmen terpadu ini merupakan gabungan dari beberapa instansi. Pertama adalah tim asesmen hukum, yang terdiri penyidik BNN, Polri serta Jaksa. Tugas tim ini menganalisa keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana.

"Satu lagi yaitu tim psikolog BNN, yang merupakan Tim Asesmen Medis. Tim ini berfungsi menentukan tingkat adiksi atau kecanduan tersangka sekaligus  kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahgunaan narkoba," bebernya.(agp/lim)


BERITA TERKAIT