Elektabilitas Jokowi Terus Tergerus, Eep: Petahana Dihukum Rakyat | Berita Terbaru Hari ini

Close

Elektabilitas Jokowi Terus Tergerus, Eep: Petahana Dihukum Rakyat

  • 2019-03-21
  • Editor :goly
  • dibaca :22671
Elektabilitas Jokowi Terus Tergerus, Eep: Petahana Dihukum Rakyat Ilustrasi

KLIKAPA - Elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam hasil survei PolMark Indonesia terus tergerus. Hal ini sebab tingkat elektabilitasnya di bawah 50 persen.


CEO PolMark Indonesia, Eep Saifulloh Fatah menyampaikan, elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu hanya sebesar 40,4 persen. Menurut dia, angka ini juga menunjukkan bahwa petahana sedang dihukum rakyat.
“Untuk itu, sangat bisa dimaklumi kalau kemudian Jokowi melakukan perang total,” katanya saat memaparkan hasil survei PolMark pada Forum Pikiran, Akal dan Nalar di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (05/03/019).


Dikatakan Eep, survei PolMark yang berkerjasama dengan Partai Amanat Nasional (PAN) ini dilakukan pada kurun waktu Oktober 2018-Februari 2019. Survei dilakukan di 73 Dapil Pemilu 2019 seluruh Indonesia dengan sebanyak 35.000 responden.


Menurut Eep, elektabilitas pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memang masih unggul dibanding lawannya pasangan 02 Prabowo-Sandiaga yang memperoleh 25,8 persen. Masih ada 33,8 persen yang belum menentukan pilihan.
Dengan tingkat elektabilitas 40,4 persen ini sangat rawan bagi Jokowi.
“Berdasar pengalaman saya melakukan survei di pilpres maupun pilkada selama 10 tahun, jika elektabilitas pentahana jauh di bawah 50 persen menunjukkan dia sedang dihukum oleh rakyat,” tegasnya.


Mestinya elektabilitas petahana tinggi karena dia sudah kampanye selama 4 tahun dengan kerjanya. “Hukuman berikutnya dia tidak dipilih oleh rakyat saat pencoblosan,” katanya.
Indikator posisi Jokowi sangat rawan juga bisa dilihat dari tingkat kesetiaan pemilih. Menurut Eep, pemilih Jokowi yang sudah mantap atau tidak berpindah hanya 31,5 persen. Sedang pemilih 02 yang mantap 33,8 persen. Artinya, sebenarnya ada pemilih yang masih diperebutkan sebesar 48,0 persen.


Sementara itu, menurut pengamat politik, Bin Firman Tresnadi, tergerusnya elektabilitas pasangan 01, disebabkan dua masalah utama. Yakni terkait kinerja Jokowi di pemerintahan, dan pencitraan yang tidak layak lagi dijual.


Terkait kinerja pada


BERITA TERKAIT