Longsor Piket Nol Putus Jalur Selatan Lumajang-Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Longsor Piket Nol Putus Jalur Selatan Lumajang-Malang

  • 2019-03-21
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2709
Longsor Piket Nol Putus Jalur Selatan Lumajang-Malang ilustrasi(ist)

Klikapa.com -Jalur selatan yang menghubungkan kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur terputus akibat longsor daerah Piket Nol atau kilometer (KM) 57 desa Sumberwuluh, kabupaten Lumajang. Tidak ada korban jiwa saat peristiwa terjadi pada Kamis (21/3) dini hari.

"Hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari mengguyur kecamatan Candipuro menyebabkan kawasan tebing Piket Nol yang tanahnya gembur tidak mampu menahan air, sehingga terjadi longsor," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, seperti dikutip antara, Kamis (21/3).

Disbutkan, kontur tanah yang labil di sepanjang tebing di jalur Piket Nol memang rawan longsor. BPBD mengklaim telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami longsor serupa.

"Tidak ada korban jiwa. Jalan ditutup total sejak pukul 01.30 WIB karena material longsor menutup seluruh badan jalan," ujarnya.

Menurut Wawan, longsor yang menutup akses jalur sekatan itu setinggi sekitar lima meter, panjang 20 meter dan lebar enam meter. BPBD sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan. Dibutuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor dari akses jalur Piket Nol tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat tidak melalui jalur Piket Nol dulu dan menggunakan jalur alternatif lain karena petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Lumajang bersama sejumlah pihak masih membersihkan material longsor," katanya.

Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang juga telah mengirimkan anggotanya yang tergabung dalam satgas siaga bencana untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan pihak TRC PB BPBD kabupaten Lumajang juga mengirimkan dua alat berat.

"Satgas siaga bencana sejak pagi tadi telah dikirim," kata Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Ia berharap secepatnya jalur tersebut dapat digunakan kembali karena merupakan jalur yang menghubungkan dua kabupaten. Terputusnya jalur dikhawatirkan dapat menghambat perekonomian warga setempat.
 


BERITA TERKAIT