Batalkan Pembelian Boeing 737 MAX 8, Garuda Risiko Rugi Ratusan Miliar | Berita Terbaru Hari ini

Close

Batalkan Pembelian Boeing 737 MAX 8, Garuda Risiko Rugi Ratusan Miliar

  • 2019-03-22
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3399
Batalkan Pembelian Boeing 737 MAX 8, Garuda Risiko Rugi Ratusan Miliar Batalkan pembelian pesawat jenis Boeing 737 MAX 8, Garuda berisiko merugi ratuan miliar.(ist)

Klikapa.com -Maskapai penerbangan Garuda Indonesia sepertinya tidak ingin lagi berspekulasi dengan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8. Menyusul insiden yang menimpa dua jenis pesawat itu, Garuda memutuskan membatalkan pembelian pesawat jenis ini.

Meskipun dengan pembatalan pembelian 50 unit Boeing 737 MAX 8 yang dipesannya akan berisiko kehilangan ratusan miliar akibat pembatal pesanannya. 

Alasan kuat yang ditempuh Garuda, Kementerian Perhubungan Indonesia telah menerbitkan larangan terbang untuk jenis pesawat tersebut. Menyusul keraguan penumpang pada jenis pesawat yang sama dalam kecelakaan pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu itu.

"Kami sudah kirim surat ke McAllister (bos Boeing) kalau kami nyatakan untuk cancel 49 unit," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Plaza Indonesia pada Kamis (21/3). 

Lebih jauh, Dirut Garuda yang akrab disapa Ari ini menjelaskan jika banyak penumpang sudah tak percaya menaiki pesawat keluaran Boeing jenis itu.

Pihaknya mengaku sudah memesan 50 unit, satu unit yagn telah dikirim telah digunakan. Pembatalan pesanan Garuda ini membuat maskapai penerbangan itu terancam rugi miliaran Rupiah. Garuda diketahui sudah membayar uang tanda jadi sebanyak USD 26 juta atau setara dengan Rp 364 miliar.

Kendati demikian, Ari mengungkap jika pihak Boeing telah meminta untuk menegoisasi pembatalan itu. Hal itu disebabkan karena Garuda merupakan salah satu langganan utama Boeing. 

Namun, jika kesepakatan tak tercapai, Garuda harus rela kehilangan ratusan miliar uang yang sudah diserahkan kepada Boeing.

"Kalau sesuai kontrak kita enggak bisa narik, itu merupakan risiko kalo (uang) enggak balik ya," sambung Ari. 

"Enggak mungkin mereka ignore Garuda, kita kan salah satu leader of market mereka enggak mungkin mereka ignore."

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menginvestigasi penyebab jatuhnya Lion Air JT 610 pada 29 Oktober 2018 lalu. Dalam jumpa pers tersebut, KNKT membahas mengenai rekaman percakapan pilot pesawat berjenis Boeing


BERITA TERKAIT