Ternyata Erwin Aksa Biang Keroknya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Ternyata Erwin Aksa Biang Keroknya

Ternyata Erwin Aksa Biang Keroknya Erwin Aksa

partai koalisi masing-masing punya jago.


Di sinilah Erwin Aksa memainan kartunya, ia rubah konfigurasi elit. Ia masuk tergopoh-gopoh menawarkan sosok Anies Baswedan, tentu Erwin tak sendiri ada tokoh tokoh senior yang mendampingi menyakinkan Prabowo. Serangan fajar berhasil menyakinkan Prabowo yang memang sudah mengenal dekat secara pribadi sosok Anies Baswedan.


Anies pun dalam wawancara dengan Mata Najwa buka-bukaan ihwal penolakan elit partai politik koalisi atas pencalonannya tapi kepemimpinan Prabowo yang kuat, everybody happy. Lama publik bertanya siapa yang menyodorkan Anies ke Prabowo? Dugaan kuat adalah ulah Erwin dan Sandi. Prabowo taktis menerima usulan kilat itu karena secara pribadi sudah mengenal sosok Anies. Namun secara pribadi kedekatan Anies dan Erwin Aksa lebih dekat Erwin. Karena 2014 Anies ada di kubu lain. Dan Prabowo mengakui sejak 2014 sudah meminta Erwin Aksa.


Setelah Anies dan Sandi lolos pemenang dalam Pilgub DKI. Tugas Pilpres dimainkan Erwin sembunyi-sembunyi. Karena permasalahan selanjutnya adalah bagaimana menggolkan tujuan paket pendamping Prabowo? Sandi kerap menyatakan mentor politiknya adalah Prabowo. Namun teman diskusi politiknya yang paling kencang adalah Bung Erwin Aksa.


Erwin Aksa tipikal jago berhitung dan biasa utak-atik gathuk dalam politik. Sedangkan Sandi hanya pandai menghitung lepas atau tidak lepas sebuah saham. Namun Erwin sepertinya kurang cakap komunikasi maka ia mewakafkan kawan karibnya itu di pentas politik, Sandiaga S Uno. Karena boleh jadi andai blunder demi blunder petahana tidak terjadi, Erwin tetap nyaman main dua kaki oops main di belakang layar maksudnya.


Sandi  harus diakui pembelajar yang cepat dalam politik  dan ia piawai dalam men-deliver sebuah gagasan selain tentu good looking adalah magnet dan intuisi yang dilihat Erwin. Keputusan Sandi keluar dari posisi Wakil Gubernur dan partai Gerindra tentu hasil konsultasi semua orang-orang terdekatnya salah satunya Bung Erwin Aksa.


Dari buka-bukaan Prabowo Subianto ingin meminang Erwin Aksa sejak 2104 dan rangkaian dinamika politik yang dinamis baik di Pilgub DKI 2017 dan di Pilpres 2019 dengan tampilnya sosok fenomenal Anies Baswedan dan Sandiaga S Uno last but not least adalah ulah Erwin Aksa biang keroknya. Karena Erwin bermain dengan momentum, ia sudah berhitung matang sebagai pengusaha politisi.


Keliru jika Rocky Gerung bilang ia bikin geger republik dua hari sejak surat pengunduran dirinya non aktif di partai Golkar. Dan memilih menyatakan sikapnya pada pasangan calon 02, yaitu Prabowo Sandi. Karena sebenarnya ia dan Sandi sepertinya sedang “merancang Rengasdengklok jilid dua”. Keduanya Erwin dan Sandi Berhasil menyakinkan Prabowo untuk “menculik” Anies.


Jika Rengadengklok pertama berhasil menculik Soekarno-Hatta untuk menyatakan kemerdekaanya. Maka Erwin Aksa  politisi last minute yang pandai berhitung sedang bergerilya memainkan momentum. Dalam hitungan hari ia bisa menggalang 1000 pengusaha menyatakan sikap adalah kerja politik brilian siap mengantarkan kemenangan Indonesia. Prabowo pun tersenyum lepas malam itu. Dejavu Debat Pilpres pertama terjadi. Prabowo joget Sandi memijat. Prabowo terlihat bahagia pada deklarasi yang menghadirkan keduanya, Erwin dan Sandi. (*)

* ANALISIS :  Oleh Hasan Rio Sumantri - Pemerhati Politik dan Kebijakan Publik


BERITA TERKAIT