Truk Bermuatan Beras Bantuan Menuju Lombok, Dibajak | Berita Terbaru Hari ini

Close

Truk Bermuatan Beras Bantuan Menuju Lombok, Dibajak

  • 2019-03-25
  • Editor :goly
  • dibaca :1953
Truk Bermuatan Beras Bantuan Menuju Lombok, Dibajak Truk tronton dan mobil pikap diamankan oleh anggota Polsek Panarukan dan Tim Resmob Polres Situbondo

SITUBONDO - Sebuah truk tronton dan mobil pikap diamankan polisi, setelah diduga terlibat pembajakan muatan beras yang dibawa oleh truk tronton tersebut. Bersama dua kendaraan itu diamankan pula pembeli beras dan kuli panggul.


Dua kendaraan, pembeli beras dan beberapa kuli panggul itu diamankan oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Panarukan dan Tim Resmob Polres Situbondo Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 18.00 Wib.


Dugaan pembajakan itu diketahui setelah tim gabungan tersebut mendapat informasi adanya pengiriman beras bantuan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun bukannya diantar sampai tujuan, beras itu justru dijual di wilayah Situbondo.
"Awalnya kami mendapat informasi bahwa truk itu sedang menurunkan beras tersebut ke atas mobil pikap di jalan tembus Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan," terang Iptu Nanang Priyambodo, Kasubbag Humas Polres Situbondo.


Setelah itu, Kanit Reskrim Polsek Panarukan, Aiptu Jujuk dan Aiptu I Wayan Parka memimpin tim gabungan menuju lokasi yang dimaksud. Rupanya, truk tronton itu sudah tidak ada. Tak ingin kehilangan jejak, tim ini akhirnya menggali informasi dan mendeteksi truk berada di Dusun Gundil, Panarukan.
"Truk itu didapati parkir di bahu jalan menurunkan muatan beras ke sebuah mobil pikap," tambah Nanang.


Setelah dicek, diperoleh keterangan dan bukti bahwa beras itu akan dikirim ke Denpasar Bali, tapi sampai di Situbondo, beras tersebut dijual.
Sehingga tim gabungan itu mengamankan truk bernopol B 9205 SEU dan mobil pikap bernopol P 9345 F itu diamankan berikut pembeli beras dan para kuli panggul ke Mapolsek Panarukan. Sedangkan sopir truk tronton sudah tidak ada di lokasi.


"Sementara sudah kami amankan pembeli beras dan kuli pengangkut untuk dimintai keterangan. Sedangkan pemilik beras sudah dihubungi guna memperjelas duduk perkaranya," jelas Nanang. (Jatim)


BERITA TERKAIT

close