Ingkar Janji Nikahi Pacar Yang Dihamili, Pemuda Ini Ditangkap Polisi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ingkar Janji Nikahi Pacar Yang Dihamili, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

  • 2019-04-04
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2223
Ingkar Janji Nikahi Pacar Yang  Dihamili, Pemuda Ini Ditangkap Polisi Tersangka Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Dani alias Bocil saat digelandang polisi.

MALANG -Seorang pemuda asal Dusun Baran, Desa Sukoanyar, Pakis, Kabupaten Malang, ditangkap, Rabu (3/4). Dia adalah Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Dani alias Bocil, 20. Ia ditangkap karena kasus asusila terhadap anak di bawah umur.

Korbannya sebut saja namanya Bunga, 17, warga Desa Sumberkradenan, Pakis. Bunga disetubuhi tersangka lima kali hingga hamil dan melahirkan seorang anak. 

Karena tidak mau bertanggungjawab, dengan diantarkan orang tuanya Bunga melapor ke polisi. 

"Tersangka kami tangkap di rumahnya, setelah sebelumnya kami mendapat laporan dari orang tua korban," ujar Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Kamis (4/4).

Sebelumnya antara korban dengan tersangka ini berpacaran. Mereka menjalin asmara sejak pertengahan bulan Juli 2018 lalu. Keduanya mengaku saling jatuh cinta. 

"Saya kenal dengan dia (korban) karena dikenalkan teman. Setelah itu kami langsung pacaran," ucap Bocil.

Selama berpacaran, tersangka mengaku menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Itu dilakukan di rumahnya saat kondisi sepi, juga di sebuah penginapan di wilayah Kota Malang. 

Dari hubungan badan tersebut, korban hamil. Namun bukannya Bocil mengakui perbuatannya dan bertanggungjawab, tetapi malah menghindar. 

Janji untuk menikahi korban saat mengajak hubungan badan, ternyata hanya janji saja.

Hingga kandungan korban yang bertambah besar diketahui oleh orang tuanya. Saat usia kandungan delapan bulan, korban mengatakan pada orang tuanya tengah hamil. 

Mendapat cerita itu, kedua orang tua korban melaporkan ke Polres Malang.

"Saya sudah meminta maaf dan mau menikahi, tetapi hanya lewat WhatsApp (WA). Karena saya tidak berani datang ke rumahnya," tutur tersangka.

Akibat perbuatannya, Bocil dijerat undang-undang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.(agp/lim)


BERITA TERKAIT