Diduga Terjerat Kasus Penipuan Visa Haji, Tokoh PA 212 Ditangkap Polisi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Diduga Terjerat Kasus Penipuan Visa Haji, Tokoh PA 212 Ditangkap Polisi

  • 2019-04-05
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3498
Diduga Terjerat Kasus Penipuan Visa Haji, Tokoh PA 212 Ditangkap Polisi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.(ist)

Klikapa.com -Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial ABM yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan visa jamaah haji. ABM merupakan tokoh persaudaraan alumni (PA) 212, dan saat ini tercatat sebagai pengurus PA 212.

Dikutip dari  cnnindonesia.com,  juru bicara PA 212 Novel Bamukin belum bersedia berkomentar mengenai dugaan penangkapan ABM. "Dugaannya seperti itu," kata Novel lewat pesan singkatnya, Jumat (5/4).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan tentang penangkapan ABM. Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Argo mengatakan penangkapan dilakukan pada tanggal 4 April 2019 sekitar pukul 04.30 WIB.

"Telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki atas nama ABM dengan diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang terjadi pada tanggal 24 Agustus 2018 di Jakarta Selatan," kata Argo.

ABM lanjut dia, ditangkap di Perum Taman Permata Cikunir, Bekasi. Berbekal surat laporan dengan nomor: LP/3368/VI/2018/PMJ/Ditreskrimum, tertanggal 28 Juni 2018, dengan barang bukti satu buah Surat Pernyataan dan satu buah Kwitansi.

Kasus ini, kata dia, bermula dari pelapor dan terlapor yang bertemu di salah satu acara pengajian, kemudian pelapor bercerita bahwa pelapor ingin mengurus visa haji untuk jamaah pelapor tapi sudah habis untuk kuota haji tersebut.

"Kemudian terlapor menawarkan bahwa dapat membantu untuk mengurus visa haji furodah untuk haji," ucap Argo.

Pelapor sendiri, ujar Argo, percaya bahwa terlapor dapat mengurus visa haji furodah dikarenakan terlapor seorang ulama dan sering berceramah di berbagai tempat.

Kemudian pelapor dan terlapor bertemu di depan kantor kedutaan Saudi Arabia untuk menyerahkan paspor dan uang sejumah USD 136.500 beserta 27 buah paspor untuk diurus visa furodahnya.

"Penyerahan tersebut terjadi di dalam mobil milik terlapor akan tetapi tidak ada tanda terima saat itu, dan saat itu pelapor meminta kepada terlapor bahwa visa tersebut harus jadi selama tiga hari dan terlapor menyanggupinya," ucap Argo.

Namun, setelah tiga hari,


BERITA TERKAIT