Ahli Statistik : Angka Real Count KPU Memang Janggal | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ahli Statistik : Angka Real Count KPU Memang Janggal

  • 2019-04-22
  • Editor :goly
  • dibaca :42117
Ahli Statistik : Angka Real Count KPU Memang Janggal Ilustrasi

KLIKAPA - Ada kejanggalan dalam sistem penghitungan Komisi Pemilihan Umum (situng KPU) terkait perolehan suara antara pasangan calon presiden dan wakil presiden.


Menurut pengamat dan ahli statistik Tras Rustamaji, patut diduga ada upaya penggiringan opini dari cara KPU input data C1 real count di webnya. Caranya dengan memasukkan dulu sebanyak-banyaknya data form C1 yang berasal dari Jawa Tengah yang sudah diketahui merupakan lumbung suara 01.


Sedangkan Jawa Barat yang merupakan lumbung suara 02 data form C1 yang diinput di Web KPU kalah jauh dari C1 Jateng. Padahal jumlah pemilih (DPT) Jabar lebih banyak dibanding Jateng.


Tras menjelaskan, dengan input perolehan suara yang dilakukan KPU saat ini yakni dengan lebih banyak memasukkan data dari Jateng daripada Jabar maka hasil yang diperoleh yaitu pasangan nomor 01 mendapatkan 55 persen suara sedangkan nomor 02 45 persen. Angka ini sama persis seperti angka yang dirilis oleh lembaga-lembaga survei politik.
“Jadi kalau liat real count KPU ini wajar kalau kita katakan ini adalah pembentukan opini, karena mereka masukan kantong 01 lebih banyak,” kata Tras Rustamaji di akun twitternya.


“Kalau saya normalisasi Jateng, Jabar dan Jatim dari data ini. Artinya saya data entrynya normal tidak didahulukan jateng dan jatim, maka yg akan tampil perolehannya adalah 50 persen : 50 persen. Silakan dicoba. Artinya mereka bikin opini agar suara KPU = QC so far. Kawal suara!” lanjutnya.


Hitungan real count versi KPU yang selalu stabil memenangkan pasangan calon 01 pun mendapatkan kritik dari Marzuki Alie. Menurutnya jika dalam konteks real count dengan ketimpangan dukungan wilayah per provinsi maka semestinya angka real count akan naik turun.
“Tapi real count KPU agaknya aneh, sejak awal angka stabil di 54 persen untuk petahana. Apakah input data KPU diatur,” katanya di


BERITA TERKAIT