MPU Angkut Rombongan Siswa TK Masuk Jurang, Satu Meninggal Belasan Luka-luka | Berita Terbaru Hari ini

Close

MPU Angkut Rombongan Siswa TK Masuk Jurang, Satu Meninggal Belasan Luka-luka

  • 2019-04-24 penulis : Abdul Halim
  • Editor :junaedi
  • dibaca :414
MPU Angkut Rombongan Siswa TK Masuk Jurang, Satu Meninggal Belasan Luka-luka MPU yang mengangkut rombongan TK yang ringsek setelah terjun ke jurang dan menabrak pohon pinus.(dok.radarbromo)

PASURUAN –Mobil Izuzu Elf yang mengangkut rombongan siswa TK Miftahul Jannah Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan masuk jurang, Selasa (24/4). Akibatnya, satu orang meninggal dalam kecelakaan itu.


Sementara belasan penumpang lainnya yang terdiri dari orang tua dan siswa, mengalami luka berat dan ringan. Korban ada yang dilarikan ke IGD RSUD Bangil dan sebagian lagi ke RSUD Lawang, Kabupaten Malang.


Informasi di TKP, rencananya rombongan siswa TK dan orangtuanya itu akan mengikuti kegiatan senam masal. Kegiatan itu dilakukan di lapangan pacuan kuda di Cobanjoyo, Kejayan, Pasuruan. 


Rombongan ini berangka sekitar pukul 06.30. Rombongan ini menumpangi MPU Elf N 7533 UG. Sehingga di dalam MPU ada total 28 penumpang, termasuk sopir dan kernet. 

Semula, tak ada kendala saat rombongan berangkat. Bahkan mobil sudah berjalanan sejauh 500 meter dari lokasi pemberangkatan.

Petaka terjadi saat MPU memasuki hutan pinus. Diduga mengalami rem blong saat di lokasi kondisi jalan turunan tajam. MPU ini meluncur tak terkendali lalu terjun dan menabrak pohon di hutan pinus petak 35 A blok Sempu. 

“Rombongan ada dua mobil, yang mengalami kecelakaan berangkat di depan atau duluan. Semuanya penumpang warga satu kampung yakni masyarakat Dusun Sempu. Mereka adalah rombongan TK,” ucap Lamiri, 66, warga Dusun Sempu.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini segera memberikan pertolongan. Beberapa siswa dan orang tua tampak berdarah-darah. Dari belasan korban, satu diketahui meregang nyawa. Dia adalah Argan bin Nursaid, umur 6 tahun.

Petugas unit laka Satlantas Polres Pasuruan segera datang dan melakukan olah TKP. Itu dilakukan setelah semua korban dievakuasi.

“Kami belum bisa menyimpulkan peristiwa ini. Apa betul karena rem blong. Pastinya sopir tidak kuasai laju kendaraannya, dan posisi porsneling masuk gigi satu,” terang Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti.(rdb/lim)


BERITA TERKAIT