Gara-gara Ditegur Pakai Baju Punk, siswa SD Tendang Kasek Hingga Patah Tulang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Gara-gara Ditegur Pakai Baju Punk, siswa SD Tendang Kasek Hingga Patah Tulang

  • 2019-04-25
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1221
Gara-gara Ditegur Pakai Baju Punk, siswa SD Tendang Kasek Hingga Patah Tulang Ibu Guru Gunawati Suwito saat dirawat di rumah sakit.(ist)

SURABAYA -Duh Miris sekali, seorang ibu guru ditendang muridnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Akibat kejadian di SDN I Balongsari, Surabaya Jawa Timur itu sang guru harus dirawat di rumah sakit karena patah tulang.

Ibu guru yang menjadi korban penganiayaan siswanya itu tidak lain kepala sekolah, Gunawati Suwito, 58.

Kejadian berawal dari kegiatan memperingati Hari Kartini di SDN I Balongsari. Saat itu, semua siswa disuruh memakai baju daerah.

Namun pelaku berinisial PP menolak. Ia juga mengajak adik kelasnya, YS untuk mengenakan pakaian yang berbeda dari murid lainnya.

PP dan YS memakai pakaian ala anak punk. Keduanya mengenakan celana sobek-sobek. Celana itu juga memiliki rantai. Keduanya berpenampilan seperti anak punk.

Guru SDN I Balongsari, Munari mengatakan, PP kurang mendapat perhatian orang tuanya. Karena itu, dia ingin tampil berbeda dari yang lain untuk mendapatkan perhatian.

“Kalau anak kurang perhatian keluarga otomatis ingin menunjukKan jati dirinya, pokoknya ingin tampil beda agar dapat perhatian. Akhirnya dia berpenampilan ala-ala anak punk dan pakai rantai di celana,” ucap Munari.

Menurut Munari, PP meminjami baju punk ke YS yang duduk di bangku kelas lima SD.

Melihat penampilan YS seperti itu yang mengenakan celana sobek dan rantai, Kepala Sekolah, Gunawati Suwito kemudian menegur dan menyuruh YS untuk mengganti pakaian daerah. Setelah itu pakaian yang dipakai YS disita sementara.

Saat diintrogasi, YS mengaku mendapat pakaian itu dari PP. Akhirnya PP juga dipanggil.

Gunawati kemudian menyita rantai celana PP dan menyuruh untuk mengganti pakaiannya karena dianggap tidak pantas.

Saat hendak pulang, PP melabrak kepala sekolah. Ia emosi dan mendatangi kepala sekolah yang sedang membagikan doorprize di atas panggung.

“PP naik panggung dan marah-marah serta menuding-nuding ibu (kepala sekolah). Kemudian PP ini kita redam, kita amankan ke belakang,” kata Munari.

Setelah diamankan, kepala sekolah mendatangi PP. Ia ingin memberikan penjelasan kepada PP.

Kepala


BERITA TERKAIT