Duh Tragisnya Nasib Bapak Ini, Asyik Berjoget di Rel, Kereta Api Menyambarnya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Duh Tragisnya Nasib Bapak Ini, Asyik Berjoget di Rel, Kereta Api Menyambarnya

  • 2019-05-12
  • Editor :junaedi
  • dibaca :546
Duh Tragisnya Nasib Bapak Ini, Asyik Berjoget di Rel, Kereta Api Menyambarnya Petugas ketika berusaha mengevakuasi korban tabrak kereta api di Wlingi, Kabupaten Blitar.(dok.detikcom)

BLITAR -Duh tragisnya nasib bapak ini. Asyik berjoget di atas rel kereta api (KA) di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar sampai tidak tahu jika ada kereta lewat. Akibatnya pria yang mengenakan baju dinas perhubungan (Dishub) warna biru itu tewas didlabrak KA

Pria yang belum diketahui identitasnya itu tertabrak KA Penataran 432 berloko CC 2017701, yang melintas dari Blitar menuju ke Surabaya. Kerasnya benturan, tubuh pria malang itu sampai terpental sejauh 10 meter ke arah barat rel KA. Korban tewas di lokasi kejadian karena luka parah.

Warga yang mengetahui sempat berteriak-teriak memperingatkannya. Namun korban seperti tidak mendengar dan tetap asyik berjoget.

"Kami terima laporan kecelakaan ini sekitar pukul 05.45 wib. Lokasinya di rel kereta api Lingkungan Krakal Rt 2 Rw 4 Kelurahan Klemunan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar," kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha seperti dikutip detikcom, Minggu (12/5).

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian mengerikan ini tak ada yang berani mendekati korban. Mereka langsung melaporkan ke Polsek Wlingi. 

Petugas yang datang ke lokasi, melakukan identifikasi. Namun mereka tak menemukan kartu identitas korban disekitar lokasi kejadian.

"Korban mengalami luka pada kepala atas bagian kanan berlubang, tangan kiri lecet, tangan kanan patah dan kaki kanan patah. Korban tewas di lokasi kejadian sehingga kami evakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi," imbuh kapolres. 

Dari hasil pemeriksaan luar, diperkirakan berumur sekitar 60 tahun, rambut hitam lurus pendek, memakai baju dishub warna biru telur asin. Korban juga memakai sarung warna ungu biru motif kotak kotak, warna kulit coklat dengan tinggi badan sekitar 155 cm. 

"Diduga korban ini orang gila kalau melihat kondisi baju dan badannya. Sering mondar mandir di situ, dan sebelum kejadian joget joget di tepi rel. Baju sudah lusuh, dan warna seragam dishub juga sudah lusuh," ungkapnya.

Jenazah saat ini di ruang pemulasaraan RSUD Ngudi


BERITA TERKAIT