Wanita Mucikari Prostitusi Online di Kediri Diringkus Polisi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Wanita Mucikari Prostitusi Online di Kediri Diringkus Polisi

  • 2019-05-13
  • Editor :junaedi
  • dibaca :357
Wanita Mucikari Prostitusi Online di Kediri Diringkus Polisi Tersangka NI yang ditangkap polisi diduga menjadi mucikari prostitusi online.(ist)

KEDIRI -Polres Kediri menangkap seorang wanita berinisial NI, 36,  karena diduga sebagai muncikari. Wanita ini diduga menjalankan bisnis prostitusi itu secara daring atau online.

"Iya benar anggota Unit PPA yang menngamankan tersangka, berdasarkan laporan masyarakat," kata Kasareskrim Polres Kediri, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, seperti dikutip detikcom, Senin (13/5).

NI telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, ia diciduk Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Kediri di salah satu hotel di Jalan Airlangga Kabupaten Kediri. Selain NI, polisi juga sempat mengamankan dan meminta keterangan dua orang sebagai saksi.

Menurut Ambuka, penangkapan itu bermula saat anggotanya menerima laporan masyarakat bahwa Jumat (10/5) di salah satu hotel Jalan Airlangga, akan terjadi tindak pidana prostitusi online.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota PPA Polres Kediri memeriksa salah satu kamar. Saat diperiksa, petugas menemukan pasangan bukan suami istri.

Selanjutnya dari keterangan perempuan tersebut, dia disalurkan muncikarinya melalui whatsapp. Dua pasangan bukan suami istri tersebut akhirnya diamankan. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, polisi menangkap terduga mucikari NI di rumahnya Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

"Saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan terhadap tersangka, mohon sabar ya," tambahnya.

Selain meringkus wanita yang diduga sebagai mucikari itu, petugas juga mengamankan barang bukti yang di antaranya dua unit handphone, Selimut,  Sarung bantal, kwitansi pembayaran hotel, registrasi hotel dan Uang tunai Rp 600 ribu

Tersangka terancam Pasal 2 ayat (1) UU no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana perdagangan orang atau pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun penjara.    
 


BERITA TERKAIT