Eggi Sudjana Ditahan, Pengacaranya Bilang Tidak Adil | Berita Terbaru Hari ini

Close

Eggi Sudjana Ditahan, Pengacaranya Bilang Tidak Adil

  • 2019-05-14
  • Editor :junaedi
  • dibaca :240
Eggi Sudjana Ditahan, Pengacaranya Bilang Tidak Adil Pengacara Eggi Sudjana saat menunjukkan surat penangkapan dan penahanan kliennya.(dok.cnnindonesia)

JAKARTA -Kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana, Pitra Romadoni, mengatakan kliennya ditangkap dan ditahan kepolisian saat menjalani proses pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Pitra menyebut surat penangkapan bernomor B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum itu diberikan pada hari ini, Selasa (14/5) pukul 05.30 WIB. Sementara, Eggi menjalani proses pemeriksaan sejak Senin (13/5) pukul 16.30 WIB.

Ia menilai pemberian surat penangkapan terhadap Eggi tersebut merupakan sebuah kejanggalan karena diberikan saat kliennya itu tengah diperiksa di ruang penyidik.

"Sangat janggal dan aneh sekali karena masa penangkapan di ruangan penyidik, kalau yang namanya penangkapan kan biasanya di luar daripada ruang penyidik," kata Pitra di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/5) pagi.

Dengan dikeluarkannya surat penangkapan itu, kata Pitra, maka Eggi ditahan selama 1x24 jam mulai hari ini.

Pitra menilai surat penangkapan yang dikeluarkan terhadap kliennya dinilai tidak adil. Bahkan ia menduga kasus yang menjerat kliennya bukan lagi dalam ranah hukum tapi sudah masuk ke dalam ranah politik.

Atas penangkapan tersebut, menurut Pitra, Eggi membuat surat. Surat tersebut pun diperlihatkan Pitra kepada awak media.

"Aneh makarnya tidak ada, tapi tersangkanya sudah ada dan ditangkap," kata Eggi dalam suratnya.

Polisi menetapkan Eggi Sudjana tersangka kasus makar. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penetapan Eggi sebagai tersangka itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Selain itu, dasar penetapan tersangka juga pada bukti permulaan, yang terdiri dari keterangan saksi, video hingga pemberitaan di media online.

"Penetapan tersangka itu berdasarkan bukti permulaan yakni pemeriksaan enam saksi, empat keterangan ahli, petunjuk barang bukti seperti video, dan pemberitaan di media online," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/5).
 


BERITA TERKAIT