Duh Mirisnya, Tiga Anak-anak Mabuk dan Memperkosa Temannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Duh Mirisnya, Tiga Anak-anak Mabuk dan Memperkosa Temannya

  • 2019-05-14 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :978
Duh Mirisnya, Tiga Anak-anak Mabuk dan Memperkosa Temannya Pelaku asusila anak-anak ketika dimintai keterangan penyidik UPPA Polres Malang.(agung)

MALANG  -Duh, mirisnya, tiga anak-anak beranjak remaja berani memperkosa karena terpengaruh minuman keras dan video porno. Mereka yang berinisial B, 15, L, 14 serta M, 11 tercatat pelajar SMP. Sedang M, malah masih berstatus siswa SD.


Mereka semuanya warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini, dilaporkan telah memperkosa Bunga (nama samaran), 14, tetangga desanya. Mereka menggilir korbannya pada awal Mei lalu. 


Sesuai laporan orangtua Bunga, korban disetubuhi dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah sebelumnya dicekoki minuman keras. 


"Mereka semua sudah kami amankan. Salah satunya memang masih sekolah dasar (SD). Selama pemeriksaan mereka kooperatif," ujar Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Selasa (14/5).


Sesuai laporan Bunga kepada petugas, sebelum disetubuhi secara bergantian, Bunga diajak jalan-jalan tiga tersangka di sekitar Bandara Abd Saleh Pakis, Kabupaten Malang. 

Saat di sekitar bandara, mereka sempat berfoto-foto. Setelah selesai, Bunga lantas diajak ke rumah B. Saat menuju rumah B itulah mereka membeli  minuman keras. 

Sesampai di rumah B, mereka menggelar pesta miras. Kebetulan rumah saat itu sedang sepi. Bunga semula tidak mau namun dipaksa minum hingga akhirnya tak sadarkan diri. 

Saat tak sadar itulah, Bunga oleh B ke dalam kamar. Saat di kamar, B lantas menyetubuhi Bunga. Setelah selesai giliran L dan M yang menyetubuhinya.

Terbongkarnya kasus ini saat Bunga diantarkan pulang. Orang tua Bunga curiga melihat kondisi putrinya. Segera Bunga didesak dan menceritakan semua yang dialaminya.

Tidak dapat menerima putrinya mendapat perlakuan seperti itu segera lapor polisi.

"Untuk M karena usianya di bawah 12 tahun, kami lakukan discesi lantaran tidak bisa ditahan. Dia kami lakukan pembinaan. Sedangkan untuk B dan L masih dalam proses penyelidikan," jelas Yulistiana.(agp/lim)


BERITA TERKAIT