Diduga Stress, Napi Nekat Gantung Diri di Sel Tahanan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Diduga Stress, Napi Nekat Gantung Diri di Sel Tahanan

  • 2019-05-14
  • Editor :junaedi
  • dibaca :240
Diduga Stress, Napi Nekat Gantung Diri di Sel Tahanan Petugas Lapas dan polisi saat melakukan olah tkp dan evakuasi napi yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rutan Trenggalek.(dok.detikcom)

TRENGGALEK - Seorang narapidana Rutan Trenggalek, Jawa Timur, ditemukan tewas gantung di kamar karantina, Selasa (14/5). Sebelumnya, korban sudah berusaha bunuh diri dengan minum cairan sabun namun berhasil ditolong.

Menurut Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, korban adalah Wiji Setiawan , 31, warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Korban ditemukan tewas bersandar di kamar mandi ruang karantina Blok C nomor 15 dengan kain sarung melilit leher. 

"Awalnya, sekitar pukul 15.00 WIB korban masih menjalankan salat Ashar sendirian, namun pintu kamar dikunci dari dalam, sedangkan rekannya beraktivitas di luar kamar," kata Sumi Andana, seperti dikutip detikcom, Selasa (14/5). 

Sekitar pada pukul 17.00 WIB saat jam keluar sel habis, rekan korban yang hendak kembali ke kamar melihat korban dalam posisi bersandar, pada bagian leher terlilit robekan kain sarung sepanjang dua meter. 

"Mengetahui kejadian itu, rekan korban langsung melaporkan ke petugas rutan dan langsung diberikan pertolongan, namun ternyata telah meninggal dunia," jelasnya. 

Korban pun segera dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek guna dilakukan proses visum dan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan medis, polisi memastikan korban meninggal dunia akibat gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. 

Saat ini kata Andana, pihaknya masih menunggu keluarga korban dari Blitar, apabila menerima kematian korban maka polisi akan menyerahkan jasad tersebut ke rutan untuk diteruskan ke pihak keluarga. 

"Namun apabila masih tidak menerima kematian korban, kami akan melakukan langkah lanjutan dengan proses autopsi," jelas Andana. 

Diperoleh keterangan, diketahi pada 7 Mei lalu korban sempat melakukan upaya bunuh diri dengan cara minum cairan sabun cuci. Namun saat itu berhasil diselamatkan.

"Korban sempat di rawat di RSUD selama tiga hari dan sekarang kembali melakukan bunuh diri dengan cara gantung," kata Andana. 

Sementara itu Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Trenggalek, Gulang Rinanto, menyebutkan korban merupakan warga binaan kasus


BERITA TERKAIT