Ajang Balap Motor Liar Karangploso Diobrak, 127 Motor Diamanakan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ajang Balap Motor Liar Karangploso Diobrak, 127 Motor Diamanakan

  • 2019-05-16 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1641
Ajang Balap Motor Liar Karangploso Diobrak, 127 Motor Diamanakan Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo  Riyanto memimpin langsung razia balap liar dam menjaring puluhan motor.

MALANG -Ajang balap motor liar selama bulan Ramadan yang makin marak diobrak anggota Polsek Singosari. Rabu (15/5). Petugas, melakukan razia kendaraan di Desa Banjararum (depan Kampus ITN 2). Sedikitnya 127 motor terjaring dan langsung diamankan petugas di Polsek Singosari.

 
Menurut Kapolsek Singosari, Kompol Untung  Bagyo Riyanto, aktifitas balap liar di depan kampus ITN 2 ini sangat meresahkan warga. Apalagi wilayah tersebut dekat dengan permukiman.


"Awalnya kami membubarkan saja, dan memberikan imbauan agar mereka tak lagi melakukan balap liar. Tapi mereka tidak berhenti, dan terus berlanjut, sehingga kami pun bertindak tegas," jelasnya. 


Saat petugas datang, suasana di area balap liar langsung panik. Tak sedikit dari mereka yang ada mencoba kabur. Tapi, upaya itu sia-sia, karena petugas sudah lebih dulu melakukan tapal kuda. Dan mereka yang mencoba kabur dapat diamankan berikut dengan kendaraannya.

Polisi yang mendata para peserta balap yang terjaring tidak hanya berasal dari wilayah Singosari. Tapi banyak dari mereka adalah pendatang. Seperti dari Karangploso, Dau, Dinoyo, Kota Malang. 
 

"Seluruh motor yang terjaring kami amankan di Polsek Singosari, hingga proses sidang selesai. Untuk kendaraan yang protolan atau menggunakan onderdil tidak sesuai kami perintahkan melengkapi kendaraannya dulu kendaraannya," tandas Untung.


Sementara Joko, salah satu warga yang terjaring razia mengatakan, tidak ikut balap liar. Dia mengaku hanya melihat saja. 


"Sambil menunggu waktu berbuka puasa, jadi daripada di rumah bengong, makanya melihat ke sana," ungkapnya. 

Lantaran itu, Joko mengaku saat ada polisi datang, dia pun santai, karena dia berpikir yang dirazia adalah yang terlibat balap liar. "Tapi ternyata kami yang melihat juga ikut dirazia. Ya sudahlah, mungkin kami memang salah," tandasnya. (ira/udi)


BERITA TERKAIT