Kebacut, Rumah Pengasuh Ponpes Tetangganya Dikuras Juga | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kebacut, Rumah Pengasuh Ponpes Tetangganya Dikuras Juga

  • 2019-05-17 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :609
Kebacut, Rumah Pengasuh Ponpes Tetangganya Dikuras Juga Tersangka Abdul Rochim dan barang-barang yang dicurinya.(aung)

MALANG –Unit Reskrim Polsek Gondanglegi berhasil menangkap seorang pencuri. Dia adalah  yang Abdul Rohim, 28, warga Desa Tanah Enamratus Kecamatan Marelan Kota Medan, Sumatera Utara.

Tersangka dibekuk di Pasar Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (16/5) sore. Sebelumnya ia diketahui petugas, mencuri di rumah pengasuh pondok pesantren Tarbiyatul Quran Dusun Arjomulyo Bangelan Wonosari, Agus Imam Bukhori, 28. 


Ulah Abdul Rohim terhitung nekat, karena pimpinan ponpes itu tetangga dekat dengan pelaku.

“Antara rumah korban dan pelaku, berdekatan,” kata AKP Triwik Winarni, Kapolsek Wonosari, Jumat (17/5). 

Peristiwa pencurian itu menurut Triwik, terjadi Senin 13 Mei 2019 lalu, sekitar pukul 08.30. Pelaku menyelinap dan menggerayangi barang berharga di rumah korban. Ketika itu rumah sedang sepi. Pemiliknya sedang keluar rumah.

Tersangka menguras buku BPKB Honda GL Max N 6540 AW, dua gelang emas 18 gram yang diduga dijual dan kini tersisa Rp 1,1 juta, satu jam tangan merek GShock, serta tiga buah bros. 

Barang lainnya yang diambil, enam baju, dua celana panjang, dan satu tas warna cokelat. 

“Barang berharga yang diambil tersangka saat itu ada di dalam lemari baju,” tandas Triwik. 

Setelah mengambil semua barang ini, tersangka mengendarai sepeda motor GL Max nopol N 6540-AW yang sudah diambil BPKB nya. Tapi, belum sempat keluar dari perkampungan, Abdul Rohim berpapasan dengan korbannya.

Saat ditanya korban ke mana tujuan pelaku, Abdul Rohim langsung putar balik dan kembali ke rumah korban.

Agus mulai curiga, tapi ia belum tahu jika harta bendanya di lemari sudah dikuras pelaku. 

Tersangka mengembalikan sepeda motor itu tapi meminta salah seorang santri bernama Sendi, mengantarkannya lebih dulu ke arah Sumberpucung. 

Saat diantar itu tersangka berhenti di Pasar Sumberpucung, lalu menjual emasnya. Saat itu tersangka sempat memberi uang Rp 250 ribu kepada Sendi. 

Sementara, Abdul Rohim langsung menaiki mikrolet, pergi ke arah Kepanjen.


Sendi yang pulang ke pondok


BERITA TERKAIT