Gunung Agung Erupsi, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Dialihkan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Gunung Agung Erupsi, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Dialihkan

  • 2019-05-25
  • Editor :husnun
  • dibaca :855
Gunung Agung Erupsi, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Dialihkan

Beberapa penerbangan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali dibatalkan pada Jumat (24/5) malam. Hal ini diputuskan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali terkait erupsi Gunung Agung.

"Begitu pula dengan penerbangan menuju ke Bandara tersebut dialihkan sementara," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti.

"Kami akan terus mengupdate kondisi terkini mengenai erupsi Gunung Agung, saat ini memang penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan," imbuh Polana.

 

Gunung Agung di Bali kembali mengalami erupsi dan memuntahkan batu atau lava pijar sejauh 3 kilometer. Akibatnya, beberapa daerah di Karangasem hingga Tabanan terpapar hujan abu. 

"Sementara laporan BPBD se-Bali, beberapa titik di Kabupaten Bangli, Gianyar, Badung, dan Tabanan terpapar hujan abu," kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa kepada wartawan, Jumat (24/5/2019). 
 

 


Arimbawa mengatakan, di daerah Karangasem, ada delapan desa yang terpapar hujan abu dan pasir tebal. Sementara bagian utara dan timur Gunung Agung dilaporkan nihil hujan abu maupun pasir. 

"Pascaerupsi tadi, beberapa daerah yang terpapar hujan abu dan pasir tebal yakni Desa Pempatan (Dusun Pura Gae, Pemuteran), Desa Besakih (Dusun Temukus, Angsoka, Kesimpar, Dusun Besakih Kangin), Desa Menanga (Dusun Belatung, Pejeng, Menange), Desa Sebudi (Telung Bhuana, Pura Lebih, Badeg, Dukuh, Sogra, Sebun, Sebudi, Bukit Galah), dan Desa Muncan. Kemudian Desa Amerta Bhuana, Desa Nongan, Desa Rendang," terangnya. 

Pada erupsi pukul 19.23 Wita tadi, Gunung Agung juga memuntahkan lava pijar. "Saat laporan ini dibuat, titik api masih terlihat membakar semak belukar," ujar Arimbawa. 
 

 


Meski begitu, tidak ada pergeseran warga atau tidak ada yang mengungsi. Arimbawa pun meminta masyarakat tetap waspada dan jangan panik. 

"Erupsi seperti saat


BERITA TERKAIT