Pesebaya Hadapi Dua Laga Barat Minggu Ini | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pesebaya Hadapi Dua Laga Barat Minggu Ini

  • 2019-06-20 penulis : suparijono
  • Editor :junaedi
  • dibaca :717
Pesebaya Hadapi Dua Laga Barat Minggu Ini Penyerang Persebaya Osvaldo Haay harus kerja keras karena padatnya jadwal pertandingan yang harus dilakoni.(ist)

SURABAYA -Persebaya Surabaya menghadapi jadwal padat setelah menjamu Madura United pada leg pertama perempat final Piala Indonesia 2018/19. Ada dua pertandingan yang harus dijalani dalam waktu dekat tandang ke kandang Borneo FC dan Madura United.


Tim Bajul Ijo bakan melakoni laga pekan ke lima Liga1 ke markas Borneo FC, Minggu (23/6) mendatang. Selanjutnya, Green Force akan kembali menghadapi Madura United, Kamis (27/6) pada leg kedua perempat final Piala Indonesia.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman mengatakan, untuk menyiasati padatnya jadwal, dirinya tidak akan menggelar latihan lagi sebelum ke Samarinda. Dia akan memberi waktu kepada pemainnya untuk istirahat.

”Untuk menyiasati jadwal padat ke depan, kami belum lakukan latihan lagi, karena hampir setiap tiga hari kami harus melakukan pertandingan,” ungkap pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

”Ini situasi yang kurang bagus, dan istirahat merupakan bagian dari latihan,” imbuh arsitek asal Majalengka tersebut.

Selain itu, Djanur juga akan memberikan pendampingan psikologis kepada anak asuhnya. Sebab, dalam empat pertandingan terakhir tim kebanggaan Arek Suroboyo belum pernah menang.

Mantan juru taktik Persib Bandung ini merasa perlu untuk mengangkat mental pasukannya. Sehingga Persebaya bisa segera mengakhiri tren negatif.

”Kami face to face untuk mengangkat mental para pemain yang sampai saat ini hasilnya belum memuaskan,” katanya.

Djanur menyebut dalam laga melawan Madura United di ajang Piala Indonesia, terhadap dua pemainnya, Osvaldo Haay dan Amido Balde. Ia menilai Osvaldo sudah tampil lebih baik.

Penilaian Djanur sebelum Osvaldo masuk menggantikan Amido Balde, permainan Persebaya kurang hidup. Bahkan, serangan yang dibangun mudah dipatahkan.

”Kami selalu objektif menilai pemain dan kelihatan sekali bahwa di babak kedua, perubahan jelas sekali, karena Osvaldo bermain di depan mau lari,” kata Djanur.

”Sementara Balde terlalu gampang di-marking, karena memang dia minim pergerakan, itu menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” tegasnya.

Belum lagi, Osvaldo Haay mampu mencetak gol penyeimbang


BERITA TERKAIT