34 KK Madyopuro Tolak Pindah, Jalan Tol Malang-Pandaan Tersendat | Berita Terbaru Hari ini

Close

34 KK Madyopuro Tolak Pindah, Jalan Tol Malang-Pandaan Tersendat

  • 2019-06-22
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3889
34 KK Madyopuro Tolak Pindah, Jalan Tol Malang-Pandaan Tersendat 34 KK Warga Mayopuro Kota Malang menolak pindah untuk jalan tol lantaran penggantiannya dinilai terlalu rendah.(firman)

Klikapa.com -Jalan tol Pandaan Malang sesi lima (terakhir) masih tersendat. Sedikitnya 34  kepala keluarga (KK) di RW 02 RT 06 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang menolak pindah karena penggantan tanah dan bangunan dianggap terlalu kecil. Warga merasa tidak mendapat ganti untung, melainkan malah buntung.

Sebagai wujud penolakannya mereka memasang sejumlah spanduk dan tulisan di rumah mereka yang ada di tepi jalan.  “Ora mundak ora didol, ngono ae kok repot”, “Bukan ganti untung Pak Jokowi tapi buntung”, “Katanya ganti untung, di Maydyopuro lho kok buntung”.

Penolakan warga ini persis berada di exit jalan yang ada di kota Malang. Karena itu, khusu di 'mulut' jalan tol ini yang sampai saat ini belum tersentuh pembangunannya. Sementara untuk jalan tol dari Pakis - Madyopuro tetap berjalan. Jalan ini ditargetkan akhir tahun ini sudah rampung.

Kuasa hukum warga Madyopuro Sumardhan, mengatakan, warga minta harga penggantian yang berbeda-beda. Warga untuk kelas 1 (di dekat jalan raya) mintanya Rp 25 juta per meter,  kelas 2 (di tengah perkampungan) mintanya Rp 20 juta per meter dan kelas 3 (di dekat sungai)  minta  Rp 17 juta per meter. 

“Kenapa tuntutan begitu besar, sebab, harga yang menjadi tawaran pemerintah dirasa masih rendah,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, ada sebagian warga yang kesulitan untuk pembelian rumah.  “Rendahnya harga tersebut dikhawatirkan akan merugikan masyarakat. Warga  yang rumahnya dibeli malah tidak bisa membeli rumah lagi karena dana ganti rugi yang kurang sehingga menghilangkan azas kesejahteraan masyarakat," ungkap Sumardhan.

Sebenarnya, warga tidak menolak pembangunan jalan tol Malang – Pandaan. Mereka hanya minta pemerintah menghargai masyarakat dengan memberikan harga penggantian tanah yang layak. 

"Karena belum ada titik temu dan solusi kami sudah mengajukan kasasi,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator Warga Terdampak Tol, El Khamdi mengungkapkan, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) yang memiliki 50


BERITA TERKAIT