Menkumham Kembali Diperiksa KPK Terkait Dugaan Koropsi E-KTP | Berita Terbaru Hari ini

Close

Menkumham Kembali Diperiksa KPK Terkait Dugaan Koropsi E-KTP

  • 2019-06-25
  • Editor :junaedi
  • dibaca :555
Menkumham Kembali Diperiksa KPK  Terkait Dugaan Koropsi E-KTP Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/6/2019).(dok.antara)

Klikapa.com -Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP), Selasa (25/6). Yasona menyebutkan pemeriksaan itu hanya mengulang keterangannya. 

Yasonna yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014. Ia mengaku dirinya ditanyai soal sejumlah rapat Komisi II DPR terkait pembahasan pengadaan proyek e-KTP.

"Diperiksa sebagai saksi untuk Markus Nari itu saja. Kan, sama-sama anggota Komisi II, sama seperti keterangan saya sebelum-sebelumnya sebagai warga negara kita datang juga (ke KPK)," kata Yasonna usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (25/6).

Yasonna diperiksa sekitar empat jam di kantor KPK. Politikus PDI Perjuangan ini ditanyai soal keterkaitannya dengan Markus Nari yang telah menyandang status tersangka.

Selain Yasonna, KPK juga memeriksa mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Taufiq Effendi, sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari. 

Taufiq mengaku ditanya soal keterkaitannya dengan Markus. Saat ditanya wartawan soal ada atau tidaknya keterlibatan Yasonna di kasus e-KTP, Taufiq mengaku tidak tahu. 

"Itu saya enggak tahu," kata Taufiq.

Yasonna sudah beberapa kali dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi e-KTP. Ia juga pernah bersaksi untuk Irvanto Hendra Pambudi, Oka Masagung, Andi Agustinus dan Anang Sugiana Sudihardjo.

Nama Yasonna juga sempat muncul dalam beberapa surat dakwaan pihak Kementerian Dalam Negeri yang terlibat yakni Irman Gusman dan Soegiharto. 

Di dakwaan itu, Yasonna disebut turut diperkaya dan menerima duit USD 84 ribu. Namun hal itu dibantah Yasonna. Sementara dalam surat dakwaan mantan Ketua Golkar, Setya Novanto, nama Yasonna menghilang.

KPK dalam kasus ini telah menetapkan Markus Nari sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Markus diduga memperkaya diri sendiri, orang lain maupun perusahaan atas kasus e-KTP. Penyidik mengenakan Pasal 3 atau Pasal 2 ayat


BERITA TERKAIT