Kakak Ibu | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kakak Ibu

  • 2019-06-26
  • Editor :husnun
  • dibaca :2029
Kakak Ibu

Catatan Dahlan Iskan

Saya tidak akan menulis ini untuk koran. Yang akan saya tulis ini terlalu pribadi. Bahwa ada koran yang memuatnya terserah. 

 

Inilah bedanya koran dan tv berbayar, radio dan tv, dan media sosial.

 

Di koran (dan tv berbayar) apa pun bisa disiarkan. Asal disukai pelanggan. Pun tidak disukai tidak apa-apa. Dengan risiko tanggung sendiri: tidak laku. Tidak bisa hidup.

 

Radio dan tv berbeda: terikat frekuensi publik. Tidak boleh untuk kepentingan selain publik. Mestinya. Atau harus membayar mahal frekuensi itu. Yang hasilnya untuk kepentingan publik.

 

Di media sosial bebas. 

 

Boleh menyiarkan apa saja. Termasuk untuk kepentingan pribadi. Seperti yang akan saya tulis ini. Urusannya hanya satu: isinya melanggar hukum atau tidak. Itu pun tergantung: penegak hukumnya adil atau tidak.

 

Ini memang 'hanya' soal kakak sulung saya: Khosiyatun. Yang saya panggil 'Yu Tun'. Yang meninggal dunia kemarin dulu. Saat saya dalam perjalanan darat. Dari Lexington di Virginia ke Maryland, dekat Washington DC.

 

'Yu' adalah 'mbakyu'. Kakak perempuan. Saya sudah merasa sisa umurnya kian tipis. Saat saya terakhir ke rumahnya bulan lalu Yu Tun sudah tidak ingat siapa-siapa. Pun nama  tiga putrinya.

 

Saya minta Yu Tun dibawa lagi ke rumah sakit. Yang terbaik di Samarinda. Anak-anaknya tidak setuju. Infus pun sudah tidak bisa masuk. Apalagi makanan. 

 

Anak yang tinggal satu rumah dengan Yu Tun hanya meneteskan air atau sari buah ke mulutnya.

 

Yu Tun tidak punya keluhan apa pun. Tidak merasa ada yang sakit. Tidak sesak. Tidak kembung. Tidak gelisah. Tidak terlihat ada yang menyiksanya badannya. Atau perasaannya.

 

Wajahnya sama: seperti selalu agak tersenyum. Begitu juga saat meninggal dunia. Proses meninggalnya sangat pelan. Berhari-hari. Dengan badan tetap telentang. Tidak bergerak. Tapi masih ada nafas. Ada denyut nadi. Sangat lirih. Lalu hilang.

 

Saya sering menemuinya. Tapi saya sempat absen dua tahun. Saat ada kejadian 'itu'.


BERITA TERKAIT