MA Tolak Gugatan BPN Prabowo-Sandiga Uno, Ini Pertimbangannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

MA Tolak Gugatan BPN Prabowo-Sandiga Uno, Ini Pertimbangannya

  • 2019-06-27
  • Editor :junaedi
  • dibaca :456
MA Tolak Gugatan BPN Prabowo-Sandiga Uno, Ini Pertimbangannya Mahkaman Agung (MA) tolak gugatan Badan Pemenangan Nasioal (BPN) Praboso-Sandiaga soal jek Pelanggaran Administrasi Pemilu (PAP).(dok.merdeka)

Klikapa.com -Mahkamah Agung (MA) menyatakan menolak gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tentang objek Pelanggaran Administrasi Pemilu (PAP).

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah mengungkapkan, pertimbangan putusan itu menyatakan gugatan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi bukanlah objek PAP.

"Inti Pertimbangan Putusan menyatakan objek yang dimohonkan bukan objek PAP di MA," ujar Abdullah seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (27/6).

Abdullah menjelaskan yang seharusnya menjadi objek perkara adalah keputusan KPU yang mendiskualifikasi Calon Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan Calon Presiden dan Wakil Presiden melakukan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Sehingga seharusnya pemohon PAP adalah Calon Presiden dan Wakil yang kena diskualifikasi," terang Abdullah.

Dalam perkara PAP ini, pemohon bukanlah Calon Presiden dan Wakil Presiden, selain itu objek yang diperkarakan bukanlah keputusan KPU, melainkan putusan Bawaslu yang menyatakan permohonan adanya TSM tidak diterima.

"Dengan demikian MA tidak berwenang mengadili perkara tersebut, dan dinyatakan tidak diterima," pungkas Abdullah.

Adapun pemohon dari perkara ini adalah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang diwakili oleh Ketua BPN Prabowo-Sandi, Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

Terhadap permohonan BPN, MA memutuskan permohonan tidak diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Putusan Mahkamah bernomor MA RI No. 1/P/PAP/2019 itu menunjukkan bahwa terdapat syarat formil yang belum dilengkapi pemohon, atau permohonan diajukan oleh pemohon namun sudah melewati tenggat waktu.

Sebelumnya BPN mengajukan permohonan sengketa proses Pemilihan Presiden 2019 kepada Mahkamah Agung, setelah permohonannya ditolak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dalam perkara yang diajukan ke MA ini, BPN menjadikan Bawaslu sebagai pihak tergugat, terkait dengan putusannya yang bernomor 01/LP/PP/ADM.TSM/RI/00.00/V/2019 pada tanggal 15 Mei 2019.

Dalam permohonannya, BPN mendalilkan adanya kecurangan dalam Pemilu Presiden 2019 yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). 
 

sumber antara/merdeka


BERITA TERKAIT