11 Orang Botoh Ditangkap Saat Pilkades Serentak di Kabupaten Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

11 Orang Botoh Ditangkap Saat Pilkades Serentak di Kabupaten Malang

  • 2019-07-02 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2354
11 Orang Botoh Ditangkap Saat Pilkades Serentak di Kabupaten Malang Sebelas orang botoh judi saat Pilkades di Kabupaten Malang diringkus.(agung)

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung didampingi Kasatreskrim ketika membeber hasil ungkap botoh atau bandar judi Pilkades.

Klikapa.com -Satreskrim Polres Malang menangkap dan menetatpkan 11 orang botoh atau bandar judi pemilihan kepala desa (Pilkades)  di Kabupaten Malang sebagai tersangka. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Mereka kami tetapkan sebagai tersangka. 11 orang botoh Pilkades ini kami jerat dengan pasal 303 ayat 1 KUHP tentang perjudian," kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Selasa (2/7).

Menurut Ujung, kesebelas tersangka ini ditangkap di lima TKP. Dua TKP di Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Dua TKP lagi di Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir. Dan satu TKP di Desa Malangsuko Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Untuk TKP Desa Senggreng, Tim Saber Judi mengamankan enam orang. Empat orang adalah bandar, sedangkan dua lainnya merupakan penombok. 

Empat bandar judi adalah Jari, 70, warga Dusun Ngrancah Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Dia bandar tunggal dengan penombok berinisial SN, 55, warga Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung. Barang bukti dari TKP pertama ini diamankan uang Rp 10 juta.

Kemudian, Ahmat Wiyono alias Bagong, 49, Arifin, 54 dan Wariman Boy, 51, warga Desa Senggreng. Ketiganya berperan sebagai bandar dengan penombok Tiyono alias Glewo, 37, warga setempat. Barang bukti dari TKP kedua ini uang sebesar Rp 54 juta.

Selanjutnya, untuk TKP Desa Pandanrejo, petugas mengamankan tiga orang. Mereka saling bertaruhan menjagokan calon Kepala Desa Pandanrejo. Yakni, Jumadi alias Bodrek, 39, warga Desa Pandanrejo. Sugianto, 42, warga Desa Parangargo Kecamatan Wagir, dan Bani Talip, 50, warga Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir. Barang buktinya uang sebesar Rp 20,6 juta.

Sementara TKP Desa Malangsuko, petugas mengamankan dua orang, yakni Sukari dan Kardi. Keduanya warga Desa Malangsuko. Sukari berperan sebagai bandar, sedangkan Kardi adalah penomboknya. Barang buktinya, uang sebesar Rp 6 juta. 

"Total barang bukti uang yang kami amankan


BERITA TERKAIT