Ini Pengakuan Enam Remaja Yang Menggilir Bocah SD Selama Dua Hari | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ini Pengakuan Enam Remaja Yang Menggilir Bocah SD Selama Dua Hari

  • 2019-07-18 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1854
Ini Pengakuan Enam Remaja Yang Menggilir Bocah SD Selama Dua Hari Empat dari enam remaja yang menggilir bocah SD ketika diperiksa petugas Polres Malang.(agung)

Klikapa.com -Pengakuan enam tersangka yang tega berbuat asusila kepada bocah SD itu berlangsung selama dua hari, mulai Minggu (14/7) sampai Senin (15/7). 

"Ketika dicabuli korban dalam kondisi sadar. Namun karena keluguan korban yang masih anak-anak, saat dicabuli tidak berontak," kata Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menceritakan pengakuan para tersangka dan korban.

Peristiwa asusila itu disebutkan bermula dari perkenalan Bunga dengan tersangka Rifai. Mereka kenal melalui Facebook (FB). 

BACA JUGA:Bejat, Enam Remaja Gauli Bocah Kelas Lima SD

Perkenalan mereka lewat media sosial, Selasa (9/7). Kemudian pada Minggu (14/7) siang, mereka janjian ketemuan. Korban dijemput oleh tersangka Rifai dan Abdul Aziz alias Dul, di jalan kampung dekat rumahnya. 

Korban kemudian diajak ke warung kopi di Dusun Gunung Kunci Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Di warung itu, sudah ada empat tersangka lainnya. Yakni Aan, Siswantoko, Erfan Maulana dan M Afandi. Setelah ngobrol beberapa menit, korban kemudian diajak ke rumah Rifai. 

Di dalam rumah itulah, tersangka Rifai mengajak paksa korban berhubungan badan. 

Usai itu, giliran tersangka Abdul Aziz masuk kamar untuk minta jatah. Tetapi korban menolak sehingga Abdul Aziz hanya melakukan pencabulan dengan meremas barang sensitif korban. 

Usai itu Rifai kembali membawa korban ke warung kopi. Selanjutnya, kembali korban diajak ke kebun singkong tak jauh dari warung kopi.

Di kebun itu, sudah menunggu Siswantoko yang ingin meminta jatah bersetubuh. Tetapi lagi-lagi korban menolak. Siswantoko hanya melakukan pencabulan. Setelah selesai, kembali ke warung kopi.

Malam harinya, korban diajak ke rumah Aan. Di rumah itu, korban kembali diajak berhubungan badan tapi tidak mau. Akhirnya Aan dan kedua tersangka lain, yakni Erfan Maulana serta M Afandi, melakukan pencabulan.

"Saya hanya ikut-ikutan memegang payudara serta mencium bibirnya saja. Tidak ikut melakukan persetubuhan, karena korban tidak mau," urai tersangka M Afandi dan Erfan Maulana.

Korban baru diantarkan pulang, Senin


BERITA TERKAIT