Demo Aliansi Mahasiswa Papua di Malang Berujung Perang Batu | Berita Terbaru Hari ini

Close

Demo Aliansi Mahasiswa Papua di Malang Berujung Perang Batu

  • 2019-08-15
  • Editor :junaedi
  • dibaca :9507
Demo Aliansi Mahasiswa Papua di Malang Berujung Perang Batu Polisi berusaha meredam amarat mahasiswa Papua yang demo di Kota Malang.(ist)

Klikapa.com -Demo yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) di Kota Malang berujung ricuh. Mereka terlibat saling serang batu di Jalan Semeru, Kahuripan dan Basuki Rahmad, Kota Malang, Kamis (15/8) pagi.

Aksi AMP dan FRI-WP itu sedianya akan melakukan longmarch dari Stadion Gajayana menuju Balaikota Malang. Aksi ini diserukan dalam sebuah selebaran yang diperoleh yang diedarkan kepada wartawan.

Dalam aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, mereka menutut Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas penjajahan di Papua Barat, berdasatkan New York Agreement. Mereka menyebutkan sejak 15 Agustus 1962 hingga 15 Agustus 2019 ini, pemerintah Indonesia telah melanggar beberapa pasal dalam New York Agreement.

"Terdapat persekongkolan internasional untuk mengilangkan hak kebangsaan rakyat Papua Barat," demikian poin 1 dalam seruan aksi AMP dan FRI-WP.

Berdasar selebaran itu, mereka juga menyerukan pada seluruh elemen rakyat bangsa Papua dan aktivis pro demokrasi yang berdomisili di Malang untuk ikut aksi. 

Namun kenyataannya, dalam proses demo yang sebenarnya mereka inginkan sebagai seruan demontrasi damai ini, terjadi keributan di kawasan jalan Basuki Rahmat, Kota Malang. Belum jelas pemicunya, tampak mereka saling lempar batu. 

Sejumlah Mahasiswa Papua tampak emosi. Mereka mengamuk dan malakukan pelemparan. Sejumlah mobil dan warga disekitar sempat terkena lemparan batu.

Polisi dan sejumlah petugas TNI segera meredam emosi mereka. Akibat peristiwa ini jalah utama Kota Malang khususnya di Perempatan Basuki Rahmad dan Jalan Semeru macet.

Sampai berita ini ditulis, ricuh massa demo itu masih berusaha dilokalisir petugas.
 


BERITA TERKAIT