Rusuh Manokwari, Polisi Megoisasi dengan Mahasiswa dan Tokoh Setempat | Berita Terbaru Hari ini

Close

Rusuh Manokwari, Polisi Megoisasi dengan Mahasiswa dan Tokoh Setempat

  • 2019-08-19
  • Editor :junaedi
  • dibaca :345
Rusuh Manokwari, Polisi Megoisasi dengan Mahasiswa dan Tokoh Setempat Kantor DPRD Manokwari yang terbakar akibat dibakar massa.(dok,antara)

Klikapa.com -Aparat Kepolisian belum bisa mengendalikan sepenuhnya kerusuhan massa yang terjadi di Manokwari, Papua Barat. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta menyebutkan pihaknya sedang berupaya negoisasi dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat setempat.

"Kami sedang melakukan negosiasi dulu dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat di sana," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo Senin (19/8/2019). 

"Ya tadi pagi sudah kondusif situasi, sudah berhasil komunikasi tapi agak siang sedikit mereka ada bakar-bakaran dan perusakan fasum, kendaraan," terang dia seperti dilansir detikcom. 

Menurutnya, kerusuhan di Manokwari itu bermula dari mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya terkait insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya beberapa hari lalu. 

Mereka, menurut Dedi, kemudian memblokade jalan hingga melakukan pembakaran dan perusakan. 

"Singkatnya spontanitas mahasiswa tadi pagi melakukan unjuk rasa, kemudian juga dari masyarakat bergabung dengan mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan cara memblokir seluruh perempatan-perempatan jalan. Dengan kejadian tersebut, kapolda bersama seluruh jajaran berkomunikasi, silakan menyampaikan aspirasi tapi jangan anarkis," jelasnya. 

Hingga saat ini lanjutnya dia, pihaknya terus melakukan negosiasi agar para demonstran membuka jalan yang diblokade dan tidak melakukan perusakan ataupun pembakaran. Hingga saat ini, kata dia, semua titik jalan di Manokwari masih diblokade.

"Hampir semua titik-titik jalan, perempatan jalan di Manokwari diblokir sama komunitas masyarakat dan mahasiswa. Mahasiswa ini di pusat kota, tapi di pinggirannya banyak jalan diblokir," kata Dedi.

"Hasil negosiasi tadi untuk masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis tapi masih memblokade jalan. Ini masih diupayakan blokade dibuka. Kami selalu mengedepankan soft approach," sambungnya.
 


BERITA TERKAIT