Polisi Tak Mekaukan Penahanan Pembunuh Begal, Ini Alasannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Polisi Tak Mekaukan Penahanan Pembunuh Begal, Ini Alasannya

  • 2019-09-11
  • Editor :junaedi
  • dibaca :390
Polisi Tak Mekaukan Penahanan Pembunuh Begal, Ini Alasannya Tersangka ZA saat bercerita kasusnya kepada Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Klikapa.com -Polres Malang menetapkan ZA, 17, tersangka pembunuh seorang begal yang memalaknya, tidak ditahan. Meski penyidik tetap melakukan penyidikan kasusnya.
 
"Kami tidak melakukan penahanan terhadap ZL, karena statusnya pelajar dan dengan pertimbangan masa depan yang bersangkutan," jelas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

BACA JUGA: 'Saya Membela Diri, karena Kekasih Saya Mau Disetubuhi'

Ujung menjelaskan pihaknya sangat memahami perbuatan ZL hingga menusuk dada korban yang sebelumnya berniat merampas barang berharga miliknya dan bahkan hendak memperkosa pacarnya.

Adanya unsur pembelaan tersebut, lanjut Ujung , tengah didalami selama proses penyidikan berjalan. Di sisi lain, penyidik tak memiliki kewenangan memutuskan.

BACA JUGA:Dua Kawanan Begal Yang Tewas di Tangan Korbannya Ditangkap Polisi

"Dalam Undang-Undang Hukum Pidana, diatur yang berwenang untuk memutuskan perbuatan tersebut masuk kategori pembelaan diri atau noodweer sebagaimana dalam Pasal 49 KUHP adalah hakim, bukan penyidik Polri," jelas Ujung.

Yade menegaskan pihaknya menerapkan diskresi dengan tidak melakukan penahanan berdasarkan pertimbangan dari kronologi kejadian serta alasan-alasan subjektif lainnya.

BACA JUGA: Mayat di Kebun Tebu Terungkap. Dia Tersangka Begal. Begini Kejadiannya

"Jadi tidak dilakukan penahanan, akan diberlakukan wajib lapor yang sesuai dengan jam belajar mengajar yang bersangkutan (ZL)," beber Yade.

"Sementara untuk pelaku begal, dari empat orang komplotannya, dua orang sudah diamankan dan dilakukan penahanan. Satu masih masuk DPO, dan seorang lagi pelaku yang tewas ditikam oleh ZL," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal dari penemuan mayat di kebun tebu di Dusun Penjalinan Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (9/9).

Polisi yang segera melakukan olah TKP memastikan jika korban adalah Misnan alias Grandong, 35, warga desa setempat. Setelah itu terungkap pelakunya adalah ZA.

Tapi dalam pemeriksaan ZA ternyata mengaku jika hari MInggu (8/9) saat berboncengan naik motor dengan pacar, dihentikan kawanan korban. Tak sampai di situ, ZA


BERITA TERKAIT