Buntut Sengketa Lahan TNI dan Warga Bentrok di Brencong Kebuen | Berita Terbaru Hari ini

Close

Buntut Sengketa Lahan TNI dan Warga Bentrok di Brencong Kebuen

  • 2019-09-12
  • Editor :junaedi
  • dibaca :279
Buntut Sengketa Lahan TNI dan Warga Bentrok di Brencong Kebuen Sejumlah warga saat menghadang anggota TNI saat memagari lahandi Desa Brencong Kecamatan Bulupesantren Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah,(dok.detikcom)

Klikapa.com -Sejumlah anggota TNI dikabarkan terlibat bentrok dengan warga yang merupakan petani di Desa Brencong Kecamatan Bulupesantren Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (10/9). Peristiwa itu buntut dari konflik agraria di Urutsewu. 

Menurut Teguh Purnomo, pengacara publik yang berada di lokasi kejadian, mengatakan peristiwa itu terjadi saat prajurit TNI melakukan pemagaran di sebuah lahan yang hingga kini masih menjadi sengketa antara warga dan TNI.

"Warga yang melihat itu langsung berbondong-bondong ke lokasi menghalau pemagaran itu, terjadi sekitar pukul 08.00. Sesampainya di lokasi, warga disuruh bubar dan diadang oleh TNI bersenjata lengkap," kata Teguh seperti dikutip cnnindonesia, Kamis (12/9).

Teguh mengatakan, TNI tak hanya menyuruh bubar tetapi juga memukuli warga. Akibatnya, warga yang sebelumnya berbondong-bondong pun bubar. Mereka menuju kantor Bupati Kebumen untuk mendesak agar pemagaran tersebut dihentikan.

"Sesampainya di lokasi warga disuruh bubar dan diadang oleh TNI bersenjata lengkap untuk menjaga pemagaran tersebut. TNI yang menjaga, memukuli warga supaya bubar," kata Teguh.

Teguh mengkritik pemerintah yang dinilai lamban menangani konflik agraria tersebut. Menurutnya TNI seharusnya tak mengambil langkah sendiri untuk melakukan pemagaran.

"Ini akar masalahnya adalah konflik tanah yang lamban dan cenderung diabaikan penyelesaiannya oleh pemerintah. Harusnya TNI tidak main hakim sendiri memagar tanah rakyat dan melakukan kekerasan seperti itu," ujarnya.

Atas konflik tersebut, sedikitnya 16 warga terkena pukulan. Mereka di antaranya Wiwit Herwanto,30,  terkena luka pukul di kaki dan dinjak-injak; Imam Suryadi,25, terkena pentungan di punggung; Haryanto,38, terkena luka tembak di pantat akibat peluru karet; Edi Afandi,32, dipukul di kepala; Supriyadi,40,  dipukul di kepala, punggung dan kaki.

Selain itu, Wawan,26 terkena luka pukul di kepala; Manto, 34, luka pelipis kanan; Partunah 42, ditendang-tendang kakinya dan diseret; Saikin,53, dipukul di kepala; Sartijo, 52, luka paha di belakang; Sartono ,45, luka pukul di kepala; Wadi ,27, ditendang kakinya; Tolibin ,30,


BERITA TERKAIT