Ribuan Pelanggar Lalu Lintas Menumpuk di Kejaksaan Kota Malang Ini Penyebabnya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ribuan Pelanggar Lalu Lintas Menumpuk di Kejaksaan Kota Malang Ini Penyebabnya

  • 2019-09-12 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1038
Ribuan Pelanggar Lalu Lintas Menumpuk di Kejaksaan Kota Malang Ini Penyebabnya Ribuan orang harus susah payah antrean di Kejari Kota Malang untuk mengambil surat kendaraan serta membayar tilang Ops Patuh Semeru 2019.(ipunk)

Klikapa.com -Para pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Patuh Semeru 2019 mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang. Total lebih dari 4.000 pelanggar yang harus menjalani sidang itu. 

Imbasnya, ribuan orang pun Kamis (12/9) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri usai kasusnya diputus oleh hakim PN. Mereka datang untuk membayar denda setelah diputuskan sidang.

Kasi Pidum Kejari Kota Malang Wahyu Hidayatullah, menyebut ribuan orang hadir di kantornya Kamis hari ini. 


“Perkiraan kami, ada lebih dari 1.000 orang yang datang untuk sidang tilang dan bayar dendanya,” ujar Wahyu kepada wartawan.

Menurutnya sedikitnya ada 1.500 surat tilang yang diproses sidang. Menurut Wahyu, seharusnya masyarakat tidak perlu bertumpuk-tumpuk datang ke Kejari untuk mengambil surat kendaraan dan membayar tilangan. 

“Sebenarnya denda ini bisa dibayar tiap hari, mulai Senin sampai Jumat, tiap hari kerja, bukan hanya hari Kamis saja. Kalau mengambil surat dan membayar pada hari selain Kamis, tidak ada denda kok, sama saja. Asalkan jangan datang hari Sabtu dan Minggu, kantornya tutup,” terang Wahyu.

Terkait total pelanggar Lalulintas yang terjaring razia Ops Patuh Semeru 2019, Wahyu menyebut belum mengetahui secara pasti jumlahnya. 

Meski demikian, surat kendaraan yang menumpuk di Kejari Kota Malang, diberi waktu dua tahun untuk pengambilan. Surat yang tak segera diambil akan dihapus setelah batas dua tahun habis.

“Pasalnya, sampai saat ini, ada surat-surat tilang yang menumpuk dari tahun sebelumnya. Ini ada yang dalam kota, ada yang luar kota. Kebanyakan SIM yang tidak diambil. Itu kemungkinan mereka membiarkan SIM hangus dan mengambil tes ulang,” sambung pria ramah tersebut.(fin/lim)


BERITA TERKAIT