Bertamah Satu Korban Tewas Miras Oplosan di Kota Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Bertamah Satu Korban Tewas Miras Oplosan di Kota Malang

  • 2019-09-18 penulis : Amanda Egatya
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1686
Bertamah Satu Korban Tewas Miras Oplosan di Kota Malang Jenazah korban miras ke empat yang saat dimakamkan warga.

Klikapa.com -Korban meninggal akibat miras oplosan di Kota Malang tambah satu orang lagi. Ia adalah Fernanda Tri Prasetyo, 16, warga Jalan Simpang Candi Panggung, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, ia merenggang nyawa, Selasa (17/9) malam. 


Dengan begitu, korban miras oplosan yang diminum saat kerjabakti di kampung itu menjadi empat orang. Korban meninggal sebelumnya adalah Agus, 36, Warnu 60, dan Afarizal, 25. Semuanya warga Jalan Simpang Candi Panggung. 


Jenazah Fernanda dimakamkan Rabu (18/9) pagi oleh keluarganya di tempat pemakaman umum setempat. Sebelumnya, ia sempat dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA : Kerja Bakti Tenggak Miras Oplosan, Tiga Tewas Sembilan Dirawat di RS

Miseri, ayah remaja yang karib dipanggil Nanda, menceritakan, anaknya aktif dan tergabung dalam karang taruna. Sabtu lalu, Nanda mengikuti kegiatan bersih desa bersama warga setempat. 

Persiapan acara mulai hari Sabtu hingga Minggu. Kemudian puluhan warga sempat menenggak miras oplosan.

"Hari Senin itu mulai bereaksi. Ada salah satu warga yang meninggal. Kemudian, warga lain yang ikut (minum oplosan) kemudian dibangunkan semua. Dari situ, banyak yang terkontaminasi, akhirnya semua dibawa ke beberapa rumah sakit," terang pria berusia 45 tahun itu.

Saat itu, Nanda dan beberapa warga lain langsung dibawa ke rumah sakit UMM untuk mendapatkan perawatan. 


"Setelah diberi obat dan perawatan semalaman, akhirnya Nanda diperbolehkan pulang," kata dia.


Sekitar tiga atau empat jam kemudian, Nanda mengeluh dadanya sesak dan matanya buram. Bahkan ia sempat bertanya kepada ayahnya. 


''Yah, lek normalno napas iki yok opo. (Ayah, bagaimana menormalkan napas ini),'' ungkapnya. 

Mendengar keluhan putranya, Miseri langsung membawa anaknya menuju RSSA. 

"Sesampainya di rumah sakit, anak saya langsung ditangani. Sekitar satu jam kemudian, ia tak sadarkan diri. Dokter sudah melakukan upaya medis, namun tidak bisa," terangnya pasrah.

Ia berharap kasus ini bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian agar keluarga lebih lega. 

"Diusut tuntas,


BERITA TERKAIT