Ajukan Kredit Fiktif Rp 186 Juta, Karyawan Koperasi Ditangkap Polisi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ajukan Kredit Fiktif Rp 186 Juta, Karyawan Koperasi Ditangkap Polisi

  • 2019-09-29 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :576
Ajukan Kredit Fiktif Rp 186 Juta, Karyawan Koperasi Ditangkap Polisi Tersangka Susanto Zogik Pristiwa yang diamankan Polsek Poncokusumo.

Klikapa.com -Dituduh menipu dan menggelapkan uang, Susanto Zogik Pristiwa,31, ditangkap Unit Reskrim Polsek Poncokusumo, Kabupaten Malang, MInggu (29/9).

Warga Dusun Nongkosewu, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo ini ditangkap di rumahnya. Menyusul laporan korban ke polisi.


Korbannya adalah Koperasi Karya Tani di Dusun Sumberjambe Desa Jambesari Kecamatan Poncokusumo. Menurut laporan korban, tersangka menggelapkan uang sebesar Rp 186 juta. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadinya.

"Tersangka kami tangkap di rumahnya. Ketika kami amankan, dia mengakui perbuatannya," jelas Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto, MInggu (29/9).

Tersangka adalah karyawan di Koperasi Karya Tani. Dia bekerja sejak beberapa tahun lalu. Sebelumnya, tersangka bekerja dengan baik dan tidak ada masalah.

Namun sejak enam bulan terakhir, tersangka mulai membuat ulah. Ia tergiur dengan uang milik koperasi, yang kemudian membuatnya mencari cara untuk menggelapkan uang koperasi.

Modusnya, tersangka mengajukan pinjaman fiktif. Ada sekitar 300 nama nasabah yang diajukan ke koperasi. Setelah uang cair, oleh tersangka tidak diberikan kepada nasabah namun dipakai sendiri.

Perbuatannya terbongkar, setelah pihak koperasi curiga karena banyak nasabah yang menunggak cicilan. Secara diam-diam pihak koperasi menyelidiki dengan mengecek setiap nasabah yang diajukan oleh tersangka.

Ternyata, semua nasabah yang diajukan tersangka fiktif. Lantaran merasa dirugikan, manajemen koperasi melaporkannya ke Polsek Poncokusumo. 

Berdasarkan laporan itulah, polisi mulai menyelidiki dengan meminta keterangan saksi. Setelah cukup bukti, tersangka Susanto di rumahnya.

"Pengakuannya uang hasil penggelapan digunakan untuk keperluan pribadi. Tersangka nekat melakukan penggelapan karena terlilit utang," terang Andik.(agp/lim)
 


BERITA TERKAIT