Nikita Mirzani Ditunggu Pak Polisi Ada Apa Ya..

  • 2016-04-13
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3775
Nikita Mirzani Ditunggu Pak Polisi Ada Apa Ya..

JAKARTA-Penanganan kasus tidak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan artis Nikita Mirzani dan Puty Revina ternyata belum semuanya rampung. Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri setidaknya masih menyisakan satu tersangka yang berkasnya belum selesai sehingga polisi perlu untuk mengkofrontir dengan para artis itu.

Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Perjudian dan Asusila Komisaris Besar Umar Surya Fana, Rabu (13/4), mengatakan dirinya masih berusaha mendatangkan Nikita untuk dikonfrontir dengan tersangka A.

Alasannya, ada beberapa keterangan dari Nikita sebagai saksi yang berbeda dengan keterangan tersangka.

Dalam kasus TPPO itu polisi telah menetapkan tiga tersangka dengan korban artis Nikita Mirzani dan model Puty Revita. Dua berkas dengan tersangka Ronald Rumagit alias Onat dan Ferry Okviansyah telah siap disidangkan. Sedangkan satu berkas lagi dengan tersangka berinisial A  belum rampung.

"Ini yang mau kami konfrontir sama Nikita, tapi sudah dua bulan pemanggilan tidak ada kabar. Kemarin pengacaranya sedang menentukan hari," kata Umar di Markas Besar Polri, Jakarta.

Nikita, kata Umar, mengatakan datang ke hotel tempat dia diamankan untuk bertemu dengan temannya dan langsung menuju kamar. Sementara itu, tersangka A mengatakan Nikita mendatangi hotel itu untuk bertemu dengannya.

"Nah ini yang mau kami proses, salah satunya itu dari banyak hal yang mau kami pastikan peristiwanya seperti apa, walaupun polisi jadi saksi juga," kata Umar.

Nikita dan Puty sebelumnya diamankan dari sebuah hotel di Jakarta Pusat. Dia diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang karena dieksploitasi secara seksual oleh para tersangka.

Dalam kasus itu tersangka Ferry dan Onat, kata Umar, tinggal menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Penyidik sudah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum dan kini penanganannya sudah diserahkan kembali ke pengadilan.

Atas perbuatannya, Ferry dan Onat terancam terkena hukuman 15 tahun penjara sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO.

Berita Terkait

Baca Juga