Dua Tahun Beroperasi Pabrik Gawai Ilegal Digrebek | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Dua Tahun Beroperasi Pabrik Gawai Ilegal Digrebek

  • 03-12-2019
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1308
Dua Tahun Beroperasi Pabrik Gawai Ilegal Digrebek ilustrasi(ist)

Klikapa.com -Salah satu rumah toko (Ruko) yang diduga digunakan sebagai pabrik gawai ilegal digrebek Polres Metro Jakarta Utara. Di Ruko yang terletak di wilayah Kelurahan Kamal, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara juga digunakan untuk tempat dan usaha perakitan gawai ilegal.

Pabrik gawai itu beroperasi sekitar dua tahun dan diperkirakan merugikan negara mencapai Rp12 miliar. Polisi telah menetapkan pelaku sekaligus pemilik usaha berinisial NG sebagai tersangka.

Warga di sekitar pabrik gawai ilegal itu hanya mengetahui tempat itu sebagai pusat servis gawai rusak.

"Banyak yang bertanya alamat ruko itu untuk servis gawai," kata salah seorang pekerja di depan ruko, Senin (2/12).

Menurut dia, ruko itu tidak terlihat sebagai pabrik, karena tidak ada aktivitas seperti pabrik pada umumnya, tapi di waktu-waktu tertentu, ada aktivitas bongkar barang di depan ruko itu.

"Ruko itu tertutup, pagi ada karyawan yang masuk dan sore ada yang keluar," ujarnya.

Hal itu dibenarkan Kasubdit II Krimsus Polres Jakarta Utara, Ipda Nahal Rizaq jika ruko itu dilengkapi alat scan wajah dan jari serta kamera CCTV. Akses masuk ke ruko itu hanya dimiliki pemilik ruko dan keluarganya.

"Akses masuk ke dalam ruko sangat sulit, bahkan karyawan tidak bisa masuk kecuali dibuka dari dalam," jelas Nahal.

Ruko itu juga sebagai tempat tinggal pemilik dan keluarganya yang berada di lantai III dan IV. Sementara aktivitas produksi gawai ilegal di lantai II. Setiap lantai diletakan metal detector untuk karyawan sebelum dan sesudah bekerja.

"Gawai yang dimiliki karyawan juga disimpan di lantai I dan tidak boleh dibawa saat bekerja," kata Nahal.

Saat pengerebekan, sebanyak 29 karyawan berada di dalam ruko itu, delapan orang terlihat polisi dan 21 karyawan lainnya berada di dalam ruangan tersebunyi.

Tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan pidana paling lama lima tahun penjara. Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi


BERITA TERKAIT