17 Hari, Polres Malang Ungkap 20 Kasus Kejahatan Jalanan dengan 23 Tersangka | Berita Terbaru Hari ini

Close

17 Hari, Polres Malang Ungkap 20 Kasus Kejahatan Jalanan dengan 23 Tersangka

  • 2020-01-17
  • Editor :junaedi
  • dibaca :645
17 Hari, Polres Malang Ungkap 20 Kasus Kejahatan Jalanan dengan 23 Tersangka Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat merilis 20 kasus dengan 23 tersangka kejahatan jalanan selama setengah bulan Januari 2020..(firman)

Klikapa.com -Operasi tindak kejahatan jalanan yang dilakukan Polres Malang sejak awal tahun sampai pertengahan Januari ini berhasil mengungkap 20 kasus dengan 23 tersangka yang diamankan. 

Kasus pencurian pemberatan, penganiayaan dan penggelapan, mendominasi pengungkapan itu yang dalam rilis oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Jumat (17/1/2020).

“Kasusnya terdiri dari curat, curi hewan, curanmor, perampasan, pemerasan, penganiayaan dan penggelapan,” ujar Ujung kepada wartawan, siang di Polres Malang. 

Dirincinya, pencurian pemberatan ada lima kasus, pencurian hewan satu kasus, Curanmor tiga kasus, perampasan satu kasus, pemerasan dua kasus, penganiayaan dan penggelapan masing-masing empat kasus.

Menurut Ujung, dalam pengungkapan ini setidaknya ada 23 orang yang diamankan sebagai tersangka. Sementara barang bukti yang diamankan, antara lain empat sepeda motor berbagai merek, satu buah truk fuso, serta satu sapi limosin berumur 1,5 tahun. 

Barang-barang hasil kejahatan itu juga ada yang langsung dikembalikan kepada pemiliknya. Yakni truk Fuso dan seekor sapi jenis Limosin. 

Dari berbagai kasus yang diungkap itu, terang Ujung, kasus curanmor yang cukup menonjol. Yaitu, pelaku inisial Maskut, 31, warga Karang Tengah, Njaruman Wajak, Kabupaten Malang. 

Dia tertangkap di Masjid Arohman, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

“Ternyata dia ini pelaku Curanmor dari 16 TKP, di wilayah Gondanglegi, Wajak, Tumpang, Tajinan, Poncokusumo, Karangploso, Kota Malang bahkan Surabaya. Dia menjual barang curian itu, dengan harga antara Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta, dia dijerat pasal 363 KUHP,” tutup Ujung.(fin/jon)


BERITA TERKAIT