Hormati Peringatan Wulan kapitu Masyarakat Tengger Bromo Bebas Kendaraan Bermotor 24/1 | Berita Terbaru Hari ini

Close

Hormati Peringatan Wulan kapitu Masyarakat Tengger Bromo Bebas Kendaraan Bermotor 24/1

  • 2020-01-23 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :525
Hormati Peringatan Wulan kapitu Masyarakat Tengger Bromo Bebas Kendaraan Bermotor 24/1 Wulan Kapitu, kawasan Kandera Bromo tertutup untuk kendaraan bermotor 24 Januari.(ist)

Klikapa.com -Berkaitan dengan peringatan Wulan Kapitu masyarakat Tengger, terhitung mulai Jumat (24/1) pukul 00.00, kawasan Kaldera Bromo ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor.  

Larangan itu diberi nama Car Free Month (CFM). Jika wisatawan ingin ke kawasan lautan pasir, hanya diperbolehkan naik kuda, sepeda, tandu atau berjalan kaki. 


Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, warga setempat sudah menyediakan kuda. 


“Menurut informasi, masyarakat siapkan sekitar 500 ekor kuda. Dengan begitu, wisatawan tetap bisa berwisata di derah kandera,” terangnya, Rabu (22/1).  


Penetapan bebas kendaraan bermotor di kawasan itu, lanjut dia, seiring masuknya bulan ke tujuh atau biasa disebut Wulan Kepitu dalam kalender masyarakat Tengger. 


“Wulan Kepitu menurut masyarakat Tengger merupakan bulan yang disucikan. Di mana saat masa para sesepuh Tengger dan tokoh masyarakat melakukan puasa mutih. Tujuannya untuk menahan perilaku dan sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Pencipta,’’ jelas Syarif. 


Sementara TNBTS menerapkan bebas kendaraan di Kaldera Tengger, sekaligus  merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap masyarakat adat Tengger. 

“Bebas kendaraan bermotor di kawasan Kaldera Tengger ini  sekaligus momentum untuk memulihkan ekosistem kawasan Bromo dan sekitarnya,’’ tambahnya. 

Syarif mengatakan, bebas kendaraan bermotor saat bulan suci masyarakat Tengger ini bukan kali pertama digelar. Tahun 2015 lalu, pihak TNBTS juga melakukan hal yang sama. Hanya saja saat tahun 2015 lalu, Wulan Kepitu bersamaan kejadian erupsi Bromo.


Meski begitu, Syarif menyebutkan penutupan wilayah Bromo dari kendaraan bermotor itu tidak disertai larangan wisatawan yang ingin ke Bromo.


“Kami tidak melakukan penutupan total. Wisatawan tetap diperbolehkan berkunjung ke Bromo. Tapi itu tadi syaratnya tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor,’’ katanya. 


Kendaraan bermotor hanya dapat digunakan dalam situasi darurat atau petugas melakukan patroli kawasan.(ira/van)
 


BERITA TERKAIT