Stadion Direnovasi untuk PON, Persipura Bisa Jadi Musyafir Lagi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Stadion Direnovasi untuk PON, Persipura Bisa Jadi Musyafir Lagi

  • 2020-01-25
  • Editor :junaedi
  • dibaca :684
Stadion Direnovasi untuk PON, Persipura Bisa Jadi Musyafir Lagi Stadion Papua Bangkit yang masih dalam penyelesaian. (dok.PUPR)

Klikapa.com -Stadion Mandala dalam renovasi untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, Pesipura terancam kembali menjadi musyafir. Manajeman Tim Mutiara Hitam pun menyiapkan tiga stadion yang bakal menjadi home base nya.

"Mandala masih direnovasi. Sebenarnya sudah hampir selesai. Tinggal masalah rumput saja menunggu mudah-mudahan Maret nanti sudah lebih bagus dan siap," kata Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena.

Persipura memang berharap musim ini bisa bermain di Mandala. Karenanya, selain Mandala, Persipura juga menyiapkan Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Aji Imbut Tenggarong sebagai arena alternatif. 

"Kami juga sudah mengirim surat ke pengelola Stadion Mandala, posisi kami sedang  menunggu. Sambil menunggu, mungkin kami bisa seperti musim lalu menggunakan Delta Sidoarjo dan Aji Imbut kalau tidak bisa di Stadion Mandala," terangnya seperti dikutip bolacom.

Pada gelaran Liga 1 2019, Persipura bermarkas di Stadion Gelora Delta dan Aji Imbut. Meski demikian, performa Boaz Solossa dan kawan-kawan tetap garang. Pada akhir musim, Persipura Jayapura bercokol di peringkat ketiga.

"Kami berharap kalau Stadion Mandala sudah rampung pekerjaannya dan sudah disetujui oleh pengelola stadion. Lebih bagus kami bermain di sana," jelas Rocky.

Mengenai kans Persipura Jayapura untuk bermarkas di Stadion Papua Bangkit, Rocky belum dapat berbicara banyak. Apalagi, arena tersebut belum diresmikan dan diprioritaskan untuk PON 2020.

"Kami mau bilang peluang, iya ada, tapi belum diresmikan. Tak mungkin juga kami pakai karena belum ada juga yang menggunakan," katanya.

"Persipura bisa gunakan Stadion Papua Bangkit setelah PON 2020 selesai? Saya tidak bisa menjawab karena yang mengelola itu Pemerintah Provinsi Papua," imbuhnya.


BERITA TERKAIT