Guru Onani Belasan Siswanya diancam Hukuman 20 Tahun | Berita Terbaru Hari ini

Close

Guru Onani Belasan Siswanya diancam Hukuman 20 Tahun

  • 2020-01-29 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :690
Guru Onani Belasan Siswanya diancam Hukuman 20 Tahun Tersangka Chusnul Huda, guru cabul ketika diamankan polisi.

Klikapa.com -Penyidikan kasus pelecehan seksual yang dilakukan Chusnul Huda, 38, mantan GTT SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang rampung. Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Kamis (30/1) esok  melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen.

"Besok kami relas berkas dan tersangkanya," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, pelimpahan berkas tahap dua ini, setelah perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejari Kepanjen. Dengan begitu, warga Desa Kedungpdaringan, Kepanjen tersebut akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen.

BACA JUGA: 

"Untuk korban jumlahnya tidak ada tambahan. Korban pelecehan seksual tetap 18 siswa," tuturnya.

Chusnul Huda, dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 82 ayat 1 dan 2 juncto pasal 76e Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 5 - 15 tahun. Sedangkan ayat 2 kalau dilakukan orangtua termasuk guru pendidik ditambah 1/3 ancamannya hukumannya menjadi 20 tahun.

Selain itu, tersangka juga dijerat dengan pasal 294 KUHP tentang perbuatan cabul. Serta pasal 263 KUHP tentang pemalsuan ijazahnya.

Diketahui, awal Desember 2019 lalu, salah satu guru honores di SMP Negeri 4 Kepanjen. Chusnul Huda, melakukan tidak senonoh terhadap belasan siswa dengan cara onani. 

Kejadian itu terjadi sekitar setahun lalu. Ada 18 siswa yang menjadi korbannya. Modus pelecahan seksual, dengan cara siswa dipanggil ke ruang  tersangka.

Kebetulan di sekolah itu, tersangka adalah seorang guru Bimbingan Konseling (BK). Berdalih sedang melakukan penelitian untuk lanjutan pendidikan S3, sejumlah siswanya secara bergantian dionani.(agp/feb)


BERITA TERKAIT