Maunya Tebus Motor Yang Hilang, tapi Malah Tertipu | Berita Terbaru Hari ini

Close

Maunya Tebus Motor Yang Hilang, tapi Malah Tertipu

Maunya Tebus Motor Yang Hilang, tapi Malah Tertipu Tersangka saat kasusnya dirilis Polres Malang Kota.

Klikapa.com -Seorang warga bernama Dwi Nur Soleh, 40, ditangkap polisi karena melakukan penipuan melalui aplikasi Tantan. Warga Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang  dilaporkan korbannya ke Polsek Kedungkandang beberapa waktu lalu.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengungkapkan, kasus ini berhasil diungkap setelah korban Dhenny Rahmawati, 39, warga Turen, Kabupaten Malang melapor ke Polsek Kedungkandang beberapa waktu lalu. 

"Korban dan pelaku sudah kenal selama dua bulan. Kemudian, terjalin komunikasi. Di sana, pelaku tahu kalau korban baru  kehilangan satu unit motor," terang dia.

Pelaku kemudian memperdayai korban. Ia menjanjikan untuk mencarikan motor yang hilang itu. Ia mengaku baru saja menemukan motor Honda Vario milik korban. Kemudian, meminta sejumlah uang kepada korban. 

"Akhirnya, korban menebus motor tersebut dengan uang Rp 1,1 juta dengan plat nomor palsu," jelas dia.

Setelah itu, pelaku meminjam kembali motor tersebut kepada korban. Namun, setelah ditunggu beberapa jam, pelaku tak kunjung kembali. 

"Korban ditinggal di sebuah rumah makan. Karena tak kunjung kembali, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedungkandang," papar dia.

Setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku. Saat itu, ia sedang bertamasya dengan kekasihnya di kawasan Gondanglegi, Kabupaten Malang. 

"Selain melakukan penangkapan, kami juga berhasil menyita beberapa barang bukti. Seperti beberapa pakaian yang dibelanjakan dari uang yang diberikan korban dan  motor," papar Leo.

Pada kesempatan tersebut, Leo menambahkan, pelaku sebelumnya pernah ditahan polisi selama 10 bulan atas kasus curanmor. Kali ini, ia harus kembali merasakan dinginnya penjara akibat perbuatannya itu. "Tersangka kami kenakan pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," tandas dia.(tea/feb)


BERITA TERKAIT