Kata Pengamat Rossi Sudah Tak Ada Kekuatan di Yamaha | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kata Pengamat Rossi Sudah Tak Ada Kekuatan di Yamaha

  • 2020-01-31
  • Editor :junaedi
  • dibaca :618
Kata Pengamat Rossi Sudah Tak Ada Kekuatan di Yamaha Pembalap Moto GP Valentino Rossi dianggap sudah tidak lagi memiliki kekuaan di Yamaha.(dok.ap)

Klikapa.com -Pembalap Valentino Rossi dinilai sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menentukan keputusan di Yamaha karena faktor usia. Penilaian itu disampaikan pengamat MotoGP Carlo Pernat ditengah persiapan MotoGP 2020.

Nasib The Doctor memang belum jelas selepas MotoGP 2020. Pebalap veteran itu masih bakal memutuskan keikutsertaan di MotoGP 2021 setelah mengukur kemampuan pada paruh pertama balapan MotoGP 2020.

Meski begitu Pernat menilai kondisi yang dialami Rossi saat ini wajar karena sang pebalap memang sudah memasuki usia senja.

"Saya pikir, Valentino tidak mengharapkan itu, dia memiliki sedikit kekuatan di Yamaha, tetapi itu normal ketika Anda berusia 41 tahun. Marquez bisa melakukannya di Honda, tetapi Valentino tak bisa di Yamaha," kata Pernat yang dikurip GPOne.

"Dari sisi pengambilan keputusan, ada perubahan hubungan. Yamaha melakukannya sendiri dan ini yang terpenting: Mereka tidak lagi diperbudak oleh siapapun. Saya akui mereka melakukan dengan baik, seperti Honda dulu kala, mereka yang memutuskan bukan pebalap," sambungnya.

Pernat menilai Yamaha dan Rossi sama-sama mengambil langkah tepat untuk menentukan masa depan masing-masing.

Tim asal Iwata disebut cerdas telah mengamankan Maverick Vinales dan Fabio Quartararo sebelum didahului tim lain, sementara Rossi juga diapresiasi karena keputusan mengukur kemampuan sebelum menentukan kelanjutan karier.

Di sisi lain, Pernat menyebut langkah cepat Yamaha justru membuat Ducati kebingungan untuk mempersiapkan tim.

"Yamaha menohok Ducati, karena mereka sedang melihat keduanya [Vinales dan Quartararo], khususnya Vinales. Saya tak mengerti apa yang terjadi pada saat negosiasi, semuanya ingin melihat Maverick berkostum merah [Ducati]."

"Ducati tetap menginginkan keduanya, Vinales dan Quartararo, tapi pada akhirnya mereka pulang dengan tangan kosong. Dalam kondisi seperti ini Anda harus melakukan gerak cepat," kata Pernat.(cnn)
 


BERITA TERKAIT