Mediasi Buntu, Pemkot Layangkan Surat Peringatan kepada Pemilik Bangunan yang Ganggu Jalan Ki Ageng Gribik | Berita Terbaru Hari ini

Close

Mediasi Buntu, Pemkot Layangkan Surat Peringatan kepada Pemilik Bangunan yang Ganggu Jalan Ki Ageng Gribik

  • 2020-02-11
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7281
Mediasi Buntu, Pemkot Layangkan Surat Peringatan kepada Pemilik Bangunan yang Ganggu Jalan Ki Ageng Gribik Bangunan usaha cucian dan suku cadang motor yang menjorok ke jalan kembar Ki Ageng Gribig, Kota Malang.(ipunk)

Klikapa.com-Mediasi bentu, Pemkot Malang segera layangkan surat peringatan kepada pemilik persil di Jalan Ki Ageng Gribig, 5, Kota Malang.  Surat peringatan itu berisikan pemilik usaha cucian dan suku cadang kendaran untuk membongkar bangunan miliknya yang mengganggu jalan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan, mediasi terakhir yang dilakukan Selasa (11/2/2020), buntu. Pemilik bangunan tetap tidak mau melepaskan lahan yang diklaim miliknya tersebut.

“Ya hari ini sepertinya akan dilayangkan surat peringatan pertama,” papar Sutiaji singkat.

Ia menegaskan mediasi tidak membuahkan hasil. Maka langkah selanjutnya memberikan surat peringatan sebagai upaya pemda untuk memberikan kesempatan pemilik bangunan yang saat ini berupa usaha cuci mobil untuk “mundur” dengan sendirinya. 

Terpisah, Camat Kedungkandang, Donny Sandito W membenarkan mediasi sdengan pemilik persil itu tidak membuahkan kasil. Itu lantaran pemilik merasa keberatan melepas tanahnya karena lahan milik keluarga.

Donny menjelaskan bahwa pemilik lahan itu awalnya  H Nur Soleh. Namun kini sudah berpindah kepada anak-anaknya lantaran Nur Soleh sudah meninggal.

Luasan lahan dan bangunan berdasarkan sertifikat sekitar 27 meter x 33 meter.  Setelah diukur oleh Badan Pertanahan Kota Malang,  ujung bagian depan panjang, hanya mencapai bagian dalam rumah dan bangunan. 

Sementara bagian depan (yang kini menjorok hingga pada  bagian jalan kembar Jl Ki Ageng Gribig) tidak masuk dalam sertifikat lahan yang dimiliki pemilik bangunan.

“Yang saya tahu memang ada bangunan di lahan itu yang jadi bangunan. Itu yang ga mau dibongkar pemilik,” pungkasnya. 

Persil dan bangunan di Jalan Ki Ageng Gribig 5 ini dianggap akan menjadi bottleneck, sumber kemacetan lalu lintas di sekitar exit tol Mayopuro Kota Malang. Pengelola jalan tol pun meminta Wali Kota Malang segera menuntaskan ikhwal itu. Pasalnya, letak bangunan yang dianggap mengganggu itu bukan ada di wilayah jalan tol.


BERITA TERKAIT