Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Gelontor 62 Ribu Ton Bawang Putih | Berita Terbaru Hari ini

Close

Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Gelontor 62 Ribu Ton Bawang Putih

  • 2020-02-13
  • Editor :junaedi
  • dibaca :6096
Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Gelontor 62 Ribu  Ton Bawang Putih ilustrasi(ist)

Klikapa.com -Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) akan mendatangkan 62 ribu ton bawang putih. Surat Perizinan Impor (SPI) itu telah dikeluarkan dengan dalih untuk menjaga stabilisasi harga bawang putih jelang Ramadan dan Lebaran 2020.

"Baru masuk yang dalam proses itu sekitar 62 ribu ton dan akan segera terbit," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, kepada media Kamis (13/2).

Oke menuturkan, Kemendag telah menerima Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (PHRI) bawang putih sebesar 103 ribu ton dari Kementerian Pertanian. Namun, baru 62 ribu ton yang memenuhi syarat impor.

Lebih lanjut, bawang putih impor akan didatangkan dari China dan India. Oke memastikan bawang putih dari China tidak menjadi perantara Virus Corona. Namun demikian, ia tidak dapat memastikan kapan komoditas tersebut masuk ke Tanah Air.

"Bawang putih tidak ada hubungannya (dengan Virus Corona). Jadi, hanya itu, sementara scientific evidence (bukti ilmiah perantara virus) adalah untuk binatang hidup," imbuhnya.

Ia mengatakan harga bawang putih mulai stabil setelah sempat terbang hingga Rp60 ribu per kilogram (Kg). Guna mengatasi lonjakan harga itu, ia meminta para importir yang masih memiliki ketersediaan di gudang untuk menggelontorkan ke pasar.

"Kami melakukan pengawasan, stok tersedia dan segera didistribusikan. Tentu mereka juga akan segera distribusi secara alami karena mereka perlu menyikapi ketersediaan untuk pasokan yang baru akan datang dan segera didistribusikan," ucapnya.

Mengutip laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Kamis (13/2), harga bawang putih sedang tercatat sebesar Rp55 ribu per Kg. Harga itu turun Rp150 atau 0,27 persen.

Ia menyatakan pemerintah akan mengantisipasi kenaikan harga pangan pada periode Ramadan dan Lebaran 2020 dengan memastikan ketersediaan pasokan dan pemerataan distribusi.

Ini dilakukan dengan melibatkan pelaku usaha baik dari importir, distributor maupun pemerintah daerah.


BERITA TERKAIT