Penyebaran Virus Corona di Iran dan Korsel Kian Mengkhawatirkan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Penyebaran Virus Corona di Iran dan Korsel Kian Mengkhawatirkan

  • 2020-02-29
  • Editor :junaedi
  • dibaca :318
Penyebaran Virus Corona di Iran dan Korsel Kian Mengkhawatirkan ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Iran dan Korea Selatan (Korsel) disebut-sebut semakin mengkhawatirkan akibat penyebaran virus corona atau (COVID-19). Pasalnya, di dua negara ini jumlah warga yang terinfeksi virus itu terus bertambah dan melumpuhkan sejumlah aktivitas.

Otoritas Iran bahkan memutuskan untuk membatalkan salat Jumat di puluhan kota, termasuk ibu kota Teheran. Pembatalan ini diumumkan di tengah semakin merebaknya wabah virus corona di negara itu.

Press TV menyiarkan, Jumat (28/2/2020), Dewan Pembuat Kebijakan Salat Jumat Iran dalam pernyataannya mengumumkan pembatalan salat Jumat dilakukan sedikitnya di 23 kota, termasuk Teheran, Qom -- yang menjadi pusat wabah virus corona, Mashhad dan sejumlah wilayah lainnya.

Dewan Pembuat Kebijakan menyebut bahwa ibadah salat Jumat tidak akan digelar di beberapa kota yang telah ditetapkan sebagai 'titik-titik' sensitif oleh para Gubernur dan dekan universitas medis setempat melalui pernyataan-pernyataan tertulis.

Diketahui, Kota Qom yang menjadi tujuan para peziarah muslim dari berbagai dunia, disebut sebagai pusat penyebaran virus corona di negara ini. Para pakar mengkhawatirkan Iran mungkin menyembunyikan jumlah kasus dan korban meninggal akibat virus corona, merujuk pada penyebaran luas yang terjadi di Iran dan negara-negara sekitarnya.

Iran belum mengonfirmasi kasus apapun di kota Mashhad, padahal diketahui sejumlah kasus virus corona di Kuwait terkait dengan kota tersebut. Sementara jumlah pasien virus corona di Iran bertambah menjadi 245 orang, setelah otoritas kesehatan Iran mengumumkan 106 kasus baru. Sejauh ini, sedikitnya 26 orang meninggal akibat virus corona di wilayah Iran.

Associated Press dan media lokal Iran, Press TV, melansir, otoritas Iran menyatakan pihaknya telah memulai upaya pencarian secara luas untuk mengidentifikasi orang-orang yang terinfeksi virus corona. Hingga Jumat (28/2/2020) waktu setempat, sebanyak 15 laboratorium akan melakukan diagnosis terhadap para pasien 'suspect' virus corona.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, dalam pernyataannya menyebut bahwa jumlah laboratorium tersebut akan bertambah menjadi 22 laboratorium


BERITA TERKAIT